Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng jajaran TNI dan Polri guna menerapkan kampung tangguh di Surabaya, dalam upaya menurunkan penyebaran COVID-19 di Kota Pahlawan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Arahan Presiden diharapkan pada bulan Mei penyebaran COVID-19 bisa landai bahkan turun. Kami melihat dinamika penyebaran di beberapa kota memang melandai, seperti Gresik. Di Sidoarjo juga melandai, tetapi angka di Surabaya masih meningkat," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai melakukan konferensi video di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat.

Khofifah mengemukakan, Kapolda Jatim Irjen Pol Irjen M Fadil Imran dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah telah menyiapkan tim pengampu dan asistensi untuk membantu masyarakat dalam penerapan kampung tangguh di Surabaya.

"Harapannya untuk melakukan penguatan, mencegah bahkan menghentikan penyebaran COVID-19. Sekitar 48 persen penyebaran COVID-19 di Jatim berasal dari Surabaya," katanya.

Mantan Menteri Sosial itu juga berharap kampung tangguh akan menjadi titik untuk melakukan pencegahan secara signifikan terukur dan bisa menurunkan atau bahkan menghentikan COVID-19, seperti halnya di Bali.

"Bali menjadi role model. Karena pecalang per RT, RW sangat efektif di sana. Yang kami bahas di Malang adalah kampung tangguh yang berbasis RT. Kami harap RT/RW di Surabaya menyiapkan format yang bisa mengefektifkannya," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, tim ini memang diterjunkan khusus untuk memberi asistensi bagi tim di daerah untuk dapat menjalankan pogram dari Polda Jatim.

"Yang turun ke Polres di daerah hanya PJU (pejabat utama) dan setingkat Wadir dan kepala bagian. Harapannya program yang ada di Polda bisa dijalankan. Seperti community policing agar bisa berjalan. Di mana, kita harus bisa jadi solutif, melakukan koordinasi, kerja sama, utamanya protokol kesehatan harus berjalan," tuturnya.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020