Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengajak seluruh kepala desa dan lurah untuk turut andil dan memberi perhatian serius dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19).

Rapat secara daring bersama seluruh kepala desa dan lurah di Banyuwangi ini, Azwar Anas ingin memastikan pembatasan sosial (social distancing) dan gaya hidup sehat dilakukan hingga ke tingkat paling bawah.

"Upaya mencegah COVID-19 adalah kerja bersama, terutama kita harus memastikan warga mematuhi protokol pencegahan," ujar Bupati Anas dalam rapat secara daring di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.

Ia menjelaskan, protokol pencegahan di antaranya selalu menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih, seperti cuci tangan pakai sabun, konsumsi gizi seimbang dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal, olahraga teratur, istirahat cukup dan selalu berpikir positif.

Menurut Anas, kepala desa/lurah diharapkan aktif menjalin koordinasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan terutama untuk melaporkan status orang dalam pemantauan, yaitu warga Banyuwangi yang baru pulang dari luar negeri.

Bupati Anas juga meminta seluruh kepala deaa/lurah memberi perhatian serius dalam upaya pencegahan COVID-19, dan tidak menganggap remeh dan menilai jika fenomena virus hanya sebatas keriuhan di media massa dan sosial media.

"Presiden sudah berpesan jangan menganggap remeh. Negara Italia saja kelimpungan, Arab Saudi sampai menutup kegiatan umrah dan menutup begitu banyak masjid. Maka kita juga harus waspada dan melakukan upaya menekan penyebaran virus ini bersama," ucapnya.

Bupati Anas memberikan gambaran pentignya pembatasan sosial (social distancing) perlu dilakukan hingga level grass root, mengingat perkembangan virus di Indonesia yang telah menyebar ke sejumlah daerah.

"Dan itu harus disosialisasikan dan dilakukan hingga level terbawah di masyarakat. Silakan bapak/ibu kades dan lurah menyosialisasikan dengan cara masing-masing sesuai karakteristik wilayahnya," tuturnya.

Azwar Anas juga meminta kepala desa membatasi kegiatan di wilayahnya yang bisa mendatangkan kerumunan orang.

"Misalnya aktivitas keagamaan yang sifatnya akbar, tolong ditunda dulu. Pahamkan masyarakat betapa pentingnya melakukan pembatasan sosial ini agar virus tidak menyebar. Perkumpulan di kampung, kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, semuanya tolong ditunda,” kata Anas.

Selain itu, lanjut dia, juga meminta kades dan lurah mengoordinasikan dengan ketua RT dan RW di wilayahnya sehingga ada satu pemahaman penanganan COVID-19.

"Aktifkan peran RT dan RW tentang pentingnya pembatasan jarak sosial dan upaya pencegahan lainnya. Dengan upaya ini, kita bisa berharap risiko penyebaran COVID-19 bisa ditekan," katanya.

Mengenai penggunaan dana desa untuk menangani masalah virus corona, Bupati Anas mendukung langkah Kementerian Desa.

"Bisa digunakan untuk menggenjot pencegahan, silakan alokasinya diatur di musyawarah desa, yang penting gerak cepat. Selain itu, program padat karya tunai tetap perlu dilakukan untuk menggerakkan ekonomi desa, dengan tetap mematuhi protokol pencegahan COVID-19," ujarnya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020