Pemerintah Kabupaten Trenggalek berhasil melampaui target investasi yang ditetapkan dalam RPJMD tahun 2016-2020, yang semula ditargetkan Rp1 triliun dalam kurun waktu tersebut, namun arus modal masuk tercatat masuk mencapai Rp1,2 triliun.

Hal itu disampaikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dalam akun sosial medianya yang diunggah, Jumat.

Dalam akun tersebut, bupati termuda ini mengucapkan terima kasihnya kepada privat sektor yang telah menanamkan modal dan berusaha di Kabupaten Trenggalek.

Ucapan terima kasih juga diucapkan Bupati Arifin kepada kolega sesama kepala daerah, DPRD, lembaga pemerintahan lain, masyarakat sipil yang sudah mewujudkan iklim investasi kondusif di Trenggalek.

"Pencapaian ini adalah 'sesuatu', karena sebelumnya Trenggalek tidak menjadi daerah tujuan investasi. Kabar gembira ini semakin lengkap karena sesuai data BPS Trenggalek, angka pengangguran terbuka Kabupaten Trenggalek turun dari 4,17 menjadi 3,43," tulisnya.

Kabar pelampauan target investasi masuk di Trenggalek ini dibenarkan oleh Kepala Dinas PMPTSP, Mulyahandaka.

"Jadi, memang untuk target realisasi investasi untuk Kabupaten Trenggalek trend-nya dari tahun ke tahun terus meningkat. Empat tahun terakhir sejak 2016 hingga 2020 total investasi yang masuk Rp1,2 triliun," tutur Mulyahandaka.

Angka ini, lanjut dia, melampaui angka yang ditargetkan dalam RPJMD 2020, Rp1 triliun.

Itupun target sampai akhir tahun 2020, sedangkan kami sudah melampaui target tersebut pada awal 2020 ini.

Dari beberapa sektor investasi yang ada, terdapat beberapa sektor yang dominan di antaranya sektor perdagangan yang mencapai total Rp714 miliar, sektor kelautan dan perikanan Rp110 miliar, sektor perkoperasian dan UMKM Rp105 miliar, sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat Rp80 miliar dan sektor kesehatan sampai awal 2020.

Hal ini menunjukkan pergerakan ekonomi di Trenggalek semakin tumbuh seperti di kawasan Prigi, Panggul maupun di kawasan kota sendiri.

Menurut dia, meningkatnya investasi ini tidak lepas dari terobosan yang dilakukan oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang melakukan lelang investasi, dengan memberikan banyak kemudahan.

Terus kemudahan perizinan melalui OSS (Online Single Submission), Bupati yang menginstruksikan camat untuk jemput bola memberikan izin usaha mikro kepada masyarakat juga berdampak pada kenaikan investasi tersebut.

Pada 2020 ini kita ditarget sebesar Rp435 miliar, untuk mencapi angka Rp1 triliun target yang ditetapkan dalam RPJMD 2020.

Namun, karena sudah melampaui semoga juga tetap bisa melampaui target yang ditetapkan pada 2020 ini, sehingga pelampauannya lebih besar lagi.

Harapannya di Trenggalek dengan pembangunan infrastruktur yang masih apalagi dengan adanya Perpres 80 tahun 2018, dapat membuka peluang usaha yang semakin besar dan masyarakat atau investor tidak ragu lagi untuk membuka usaha di Trenggalek, tutup Mulyahandaka.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020