Polres Magetan, Jawa Timur, mencatat angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum polres setempat selama 2019 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Data Satuan Lalu Lintas Polres Magetan mencatat selama tahun 2019 terjadi sebanyak 628 kasus kecelakaan. Sedangkan pada tahun 2018 terdapat 598 kasus kecelakaan lalu lintas," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Magetan, AKP Ega Prayudi, di Magetan, Selasa.

Menurut dia, dari sebanyak 628 kecelakaan yang terjadi sepanjang 2019, terdapat korban meninggal dunia 78 orang. Jumlah korban meninggal dunia ini turun dari kejadian tahun 2018 yang mencapai 107 orang.

Adapun, penyebab kecelakaan lalu lintas didominasi karena "human eror", yakni pengemudi yang kurang berhati-hati ataupun tidak menaati aturan berlalu lintas.

"Untuk pelaku pelanggaran, didominasi oleh para usia produkstif. Yakni dari usia 15 hingga 30 tahun," kata Prayudi.

Sesuai pemetaan, jalur yang dianggap rawan terjadi kecelakaan adalah Jalan Raya Jiwan-Maospati yang merupakan penghubung Kabupaten Magetan dengan Kabupaten Madiun, serta Jalan Raya Maospati-Geneng yang merupakan penghubung Kabupaten Magetan dengan Kabupaten Ngawi. Keduanya merupakan jalur arteri nasional.

Titik rawan kecelakaan lain adalah Jalan Raya Sarangan-Tawangmangu yang merupakan jalur alternatif penghubung Provinsi Jawa Timur (Magetan) dengan Jawa Tengah (Karanganyar).

Jalan yang berada di lereng Gunung Lawu itu berkelok-kelok dan curam. Selain rawan kecelakaan, di sejumlah titik jalur tersebut juga rawan tanah longsor, terlebih saat musim hujan.

Para pengemudi diminta sering menggunakan gigi satu kendaraannya saat melintasi titik menanjak atau menurun yang tajam di jalur tersebut. Di antaranya di titik daerah Mojosemi.

Satuan Lalu Lintas Polres Magetan juga mengimbau para pengendara agar berhati-hati dan mematuhi dan rambu lalu lintas saat berkendara.

Selain itu, guna mencegah kecelakaan, sosialisasi tertib berlalu lintas juga terus dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Magetan, temasuk menyasar anak didik di sekolah-sekolah.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019