PT Gudang Garam, Tbk, Kediri, Jawa Timur, mendorong warga memanfaatkan bambu untuk kerajinan, sehingga bisa menambah penghasilan mereka.

Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tricahyono mengemukakan, tanaman bambu sangat melimpah, terutama di bagian timur lereng Gunung Wilis (2.563 meter di atas permukaan laut/ mdpl).

"Kami berkomitmen mengembangkan industri kerajinan bambu sekaligus merawat kelestarian alam," katanya di Kediri, Kamis.

Sejumlah warga yang tinggal di lereng Gunung Wilis dan juga perajin bambu tersebut tersebar di Kecamatan Mojo, Tarokan, dan Banyakan, dengan jumlah perajin sebanyak 31 orang. Terdiri dari Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo (lima perajin), Desa Ngadi, Kecamatan Mojo (tiga perajin), Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan (18 perajin), dan Desa Mayaran, Kecamatan Banyakan (lima perajin).

Ia mengatakan, hingga saat ini para perajin tersebut masih menjalankan usaha secara konvensional. Produk mereka masih berupa cagak bangunan, gedek (sesek), tusuk sate, tompo, cikrak, dan kurungan ayam.

"Jumlah yang diproduksi tersebut masih dalam terbatas, karena keterbatasan biaya serta pemasaran. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan baku bambu yang cukup melimpah," kata dia.

Untuk itu, pihaknya juga mendampingi mereka guna membangun pertumbuhan ekonomi kreatif kerajinan bambu masyarakat lereng Gunung Wilis. masyarakat diberi keterampilan memproduksi kerajinan bambu hingga berdaya jual tinggi.

Lebih lanjut, Iwhan mengatakan bahan baku bambu sangat melimpah. Pihaknya bekerjasama dengan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, KPH Nganjuk, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) melakukan penanaman pohon bambu di bagian timur lereng Gunung Wilis.

Pada penanaman tahap pertama dilakukan pada 13 Februari 2016, dengan menanam 15.600 bibit bambu di lahan seluas 100 hektare di Desa/Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Tanaman bambu itu tersebar di wilayah KPH Kediri yang meliputi BKPH Kediri (3.640 pohon), BKPH Pace (3.640 pohon), dan BKPH Pare (3.640 pohon). Sedangkan sisanya ditanam di BKPH Berbek Nganjuk (4.680 pohon).

Program tersebut berlanjut pada tahap kedua 9 Februari 2017. PT Gudang Garam Tbk kembali menanam 79.498 bibit bambu di lahan seluas 500 hektare di Dusun Klepu, Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Penanaman tersebut juga dilakukan bersama Perum Perhutani KPH Kediri dan LMDH. Tanaman bambu tersebut tersebar di kawasan BPKH Kediri (43.766 pohon), BKPH Pace (30.887 pohon), dan BKPH Pare (4.845 pohon).

Iwhan Tricahyono menjelaskan bambu yang ditanam adalah jenis Bambu Petung (Dendrocalamus Asper) karena kelebihan yang dimiliki. Selain ukuran lingkar batang yang besar mencapai 20 centimeter dengan konstruksi dinding tebal serta kokoh, bambu jenis ini juga bisa tumbuh hingga ketinggian di atas 20 meter.

"Bambu juga merupakan tanaman konservasi dengan kemampuannya menjaga ekosistem air. Sistem perakaran bambu yang sangat rapat dan menyebar ke segala arah mampu menahan tanah dari erosi," ujar Iwhan Tricahyono.

Pihaknya juga mendorong masyarakat ikut merawat kelestarian alam. Menurut dia, dibutuhkan peran semua pihak, agar alam tetap lestari.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019