Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, Muhdor Ali, meminta kepada kalangan santri untuk meneladani sosok almarhum Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie karena layak sebagai cerminan ideal tentang kegigihan dalam menuntut ilmu.

"Dunia santri ini kan dunia yang menuntut ilmu sampai akhir hayat, utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi atau dalam bahasa di ilmu kependidikan itu 'long life education'. Apa yang dilakukan Pak Habibie sepanjang hidupnya mencerminkan itu. Jadi kita para santri harus meneladani beliau," ujar dia di Sidoarjo, Kamis.

Menurut Muhdor, sains dan teknologi kini mulai menjadi tradisi bagi para santri. Bahkan, upaya mendekatkan sains dan teknologi telah dimulai sejak dari pendidikan dasar. Banyak santri pun menjadikan Habibie sebagai inspirator saat menuntut ilmu.

"Sampai-sampai kan di seluruh kalangan santri muncul istilah yang sangat terkenal, yaitu harus berhati Mekkah, berotak Habibie. Visi keilmuan agama berpadu dengan visi sains serta teknologi, karena memang itu tak bisa dipertentangkan. Agama mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Buktinya, kata dia, banyak ayat di Al Quran yang memerintahkan umat Islam menggunakan akalnya untuk mencermati alam semesta, artinya seseorang dituntut mempelajari sains dan teknologi.

"Banyak ayat yang juga disertai pertanyaan afala ta'qilun atau afala tatafakkarun yang artinya tidakkah kamu sekalian berpikir," kata putra KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) tersebut.

Menurut Gus Muhdor, dengan penguasaan sains dan teknologi, para santri bisa membantu masyarakat banyak serta memajukan daerah serta negara.

"Kalau santri kan jelas cinta NKRI, jadi teknologi yang dikuasai pasti untuk kemaslahatan, bukan untuk merongrong negara," ujar alumnus Ponpes Lirboyo Kediri itu.

Di Ponpes Bumi Sholawat, ujar Gus Muhdor, sains dan teknologi diperkenalkan secara intens. Berbagai laboratorium berbasis teknologi ada di pesantren tersebut. Lomba sains antarsantri kerap digelar untuk memacu para santri menguasai teknologi.

"Dengan meneladani Pak Habibie, kami ke depan terus memperkuat tradisi sains dan teknologi di kalangan anak-anak muda Sidoarjo dan dari seluruh Indonesia yang mondok di sini. Semoga lahir Habibie-Habibie baru di pesantren dan komunitas pendidikan yang ada di Sidoarjo," ujarnya.

Gus Muhdor juga mengajak seluruh santri melakukan shalat gaib serta bertahlil untuk Habibie. Di lingkungan pesantren juga dikibarkan bendera setengah tiang.

"Kami juga sudah mengontak para wali santri untuk bersama-sama mengirimkan alfatihah kepada Pak Habibie," ujarnya. (*)


Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019