Produksi garam di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur hingga pertengahan Agustus 2019 ini telah mencapai 125 ribu ton, kata Kepala Seksi (Kasi) Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Kawasan Budidaya pada Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Pamekasan Muzanni.

"Jumlah ini belum mencapai target, karena target produksi yang kami tetapkan pada musim produksi garam saat ini sebanyak 138 ribu ton," katanya di Pamekasan, Selasa.

Namun demikian, pihaknya optimistis, produksi garam tahun bisa mencapai target, karena hingga kini produksi garam rakyat di Pamekasan masih berlangsung dan cuaca sangat mendukung.

"Kami optimistis target produksi 138 ribu ton ini tercapai, karena kemarau bagus, dan hingga kini produksi garam masih berlangsung," katanya.

Menurut Muzanni, sebenarnya jika dibanding musim produksi garam tahun lalu, hasil produksi garam kali ini sama. Sebab pada tahun lalu, produksi garam di Pamekasan sebanyak 125 ribu ton, lebih dari target yang ditetapkan, yakni 100 ribu ton.

Luas areal tambak garam di Kabupaten Pamekasan saat ini 913,5 hektare, tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Galis, Pademawu dan Kecamatan Tlanakan.

Di Kecamatan Galis, ada empat desa yang menjadi produsen garam, yakni Desa Lembung, Polagan, Konang dan Desa Pandang, dengan luas tambak garam mencapai 458,6 hektare.

Di Kecamatan Pademawu desa yang memproduksi garam tersebar di delapan desa, yakni Desa Dasuk, Bunder, Pademawu Timur, Tanjung, Padelegan, Majungan, Pegagagan dan Desa Baddurih dengan luas tambak garam mencapai 445,4 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Tlanakan, produksi garam di tiga desa, yakni Desa Tlesah, Tlanakan dan Desa Branta Tinggi dengan total luas tambak garam 9,6 hektare.

Dari 15 desa penghasil garam yang tersebar di tiga kecamatan itu, desa dengan luas tambak garam terbanyak ialah Desa Lembung, Kecamatan Galis, yakni 245 hektare dengan total produksi pada tahun 2018 mencapai 1.581 ton, sedangkan yang paling sedikit ialah Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, yakni 2,6 hektare dengan total produksi 33 ton.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019