Kabupaten Lumajang, Jawa Timur memiliki destinasi wisata baru yakni Taman Wisata Tambuh Raya Idaman yang menjadi salah satu alternatif objek wisata di wilayah setempat yang diresmikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

"Saya mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Condro, Kecamatan Pasirian yang mengubah tanah kas desa menjadi tempat wisata," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang didampingi Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Desa Condro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis.

Objek wisata yang berada di kaki Gunung Tambuh Pasirian itu menambah jumlah daftar tempat wisata yang ada di Kabupaten Lumajang, sehingga bisa menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan untuk berkunjung ke taman wisata tersebut.

"Tempat wisata baru itu akan menambah tempat wisata yang ada di Kabupaten Lumajang, sehingga banyak potensi yang perlu digali untuk dikembangkan," ucap Thoriq yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Condro Supirno mengatakan tempat wisata Tambuh Raya Idaman dibangun di atas lahan tanah kas desa seluas 4 hektare lebih dan lahan tersebut awalnya merupakan sawah tadah hujan, sehingga produktivitasnya rendah.

"Pemerintah Desa Condro melakukan alih fungsi lahan menjadi tempat wisata. Diharapkan, itu akan mampu meningkatkan pendapatan asli desa dan kami sudah berkoordinasi dengan Bappeda Lumajang sebelum melakukan pembangunan obyek wisata tersebut," ujarnya.

Dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup itu, Bupati Thoriq juga mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik dengan cara introspeksi diri agar lebih peduli kepada lingkungan sekitar dengan menjaga dan melindungi kelestariannya yang mengacu dalam konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle).

"Saya juga meminta kepada semua organisasi perangkat daerah dan lembaga di Kabupaten Lumajang dalam melaksanakan kegiatan agar meminimalisir penggunaan plastik dalam menyajikan makan dan minumnya," katanya. (*)

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019