Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi mengemukakan akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai penderita orang dengan HIV/AIDS (ODHA) agar dapat diterima ditengah-tengah masyarakat dan tidak didiskriminasi.

"Harapannya masyarakat bisa menerima penderita ODHA, dan sehingga akan berdampak terhadap psikis ODHA yang selama ini dianggap aib oleh masyarakat," katanya usai membuka acara Sarasehan Penanggulangan HIV/AIDS yang digelar LPM Merak di Aula Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kota Situbondo, Selasa.

Wabup Yoyok mengatakan, kegiatan Sarasehan Penanggulangan HIV/AIDS bertajuk Antara Tantangan dan Solusi dilaksanakan oleh LPM Merak untuk meringankan beban pemerintah daerah dalam hal penanggulangan HIV/AIDS.

"Kami (LPM Merak) bergerak di bidang sosial, yang selalu hadir membantu masyarakat kecil yang membutuhkan," kata Yoyok yang juga Pembina Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Merangkul Rakyat Kecil (LPM Merak) itu.

Ia berharap, tidak ada lagi diskriminasi oleh masyarakat terhadap penderita ODHA, karena ODHA selain memperoleh penanganan medis juga penanganan masalah sosial.

Menurut Yoyok, LPM Merak selama ini telah melakukan berbagai kegiatan sosial di antaranya pelayanan kesehatan mata gratis, membangun rumah masyarakat yang tidak layak huni dan kegiatan sosial lainnya, seperti Saresahan Penanggulangan HIV/AIDS.

"HIV/AIDS di Situbondo harus terus disosialisasikan agar jumlah penderita ODHA sebanyak lebih dari seribu orang lebih bisa ditekan, karena bisa jadi di luar data tersebut angka penderita lebih dari itu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPM Merak Situbondo Kamarul Muniri mengatakan kegiatan ini dilaksanakan atas dasar keprihatinan terhadap orang dengan HIV/AIDS yang selama ini dikucilkan.

"Kegiatan ini dilaksanakan oleh kami untuk membuka pola pikir masyarakat agar menerima ODHA dengan tangan terbuka," kata Arul sapaan akrabnya.

Arul menjelaskan, sosialisasi tersebut mengundang tokoh masyarakat, perwakilan dari Ormas NU dan Muhammadiyah, IPPNU dan beberapa Masyayikh untuk menyosialisasikan tentang HIV/AIDS.

Menurut ia, pola pikir masyarakat harus dibuka agar bisa menerima ODHA di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, karena ODHA juga butuh bersosialisasi seperti masyarakat pada umumnya.

"Selama ini penderita HIV/AIDS dianggap akan menularkan penyakitnya, dan penyakit ini kerap dikaitkan dengan moralitas dan kemaksiatan, padahal mereka yang tertular banyak dari kalangan orang baik-baik," paparnya.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, jumlah penderitan HIV/AIDS hingga Juli 2019 tercatat sebanyak sekitar 1.180 orang. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019