Badan Standardisasi Nasional akan memfokuskan pembinaan pada UMKM Jatim di tahun pertama pembukaan Kantor Layanan Teknis (KLT) Surabaya, karena potensinya yang cukup bagus, terlihat dari pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional.

Kepala BSN Bambang Prasetya pada pembukaan KLT di Surabaya, Senin, mengatakan program awal KLT Surabaya akan membina sebanyak 11 UMKM sampai bisa menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), dan akan dilakukan bertahap sehingga bisa terus bertambah.

"Potensi UMKM Jatim sangat bagus, dan ada tiga sektor yang memberi andil terhadap perekonomian daerah ini, antara lain perdagangan, jasa dan industri pengolahan," katanya kepada wartawan.

Ia mengatakan, saat ini terdapat 1.233 merek produk industri Jatim yang memiliki sertifikasi SNI, mulai dari produk elektrik dan elektronika, makanan dan minuman, konstruksi, bangunan hingga otomotif. Kemudian ada 486 perusahaan yang telah menerapkan standar usaha.

Selain itu, di Jatim juga ada sebanyak 144 lembaga penilaian kesesuaian yang telah diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang tersebar di berbagai daerah di wilayah ini.

"Melihat potensi tersebut kami membuka KLT di Surabaya yang juga merupakan KLT kelima. Sebelumnya BSN juga telah membuka di Makassar, Palembang, Bekasi dan Riau," katanya.

Ia mengatakan, tujuan pembukaan KLT agar bisa mendekatkan layanan standardisasi sekaligus memberikan pembinaan pada pelaku industri besar hingga skala UMKM.

"Hal ini agar daya saing mereka bisa meningkat. Kalau industri besar alurnya sudah paham, beda dengan UMKM yang memang harus didampingi," tuturnya.

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah mengatakan pihaknya pada tahun pertama akan melaksanakan pemetaan terhadap jumlah maupun sektor UMKM.

"Untuk itu kami akan bersinergi dengan pemerintah daerah baik pemerintah kota Surabaya maupun Pemprov Jatim. Dan hingga kini kami telah melakukan pendampingan beberapa industri pengolahan ikan, juga membina dan memfasilitasi IKM Batik di Pamekasan dan Madiun. Juga berbagai olahan makanan lain," katanya.

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019