Polres Pamekasan, Jawa Timur, memburu pelaku pembunuhan pengusaha mebel bernama Amir Hud Alkatiri yang ditemukan tewas di rumah barunya di Jalan Pintu Gerbang, Gg 4, Kelurahan Bugih, Selasa (2/7) dini hari.

Menurut Kasubbag Humas Polres Pamekasan Iptu Nining Diyah, polisi belum menemukan titik terang siapa pelaku pembunuh pengusaha mebel itu.

"Tapi, kami sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti yang berada di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Nining dalam keterangan persnya di Mapolres Pamekasan.

Korban ditemukan dalam kondisi berlumuran darah, dengan kondisi luka pada bagian kepala belakang dan leher.

Menurut Nining, barang bukti yang diamankan berupa sepasang sepatu yang berlumuran darah, satu buah kacamata hitam, satu celana kain yang ada darahnya, dan satu topi warna orange yang ada bercak darahnya.

"Ada sekitar empat buah barang bukti yang disita petugas dari TKP tadi pagi," katanya, menjelaskan.

Ia menjelaskan, pengusaha mebel yang menjadi korban pembunuhan itu merupakan warga Jalan Paayaman, Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan.

Korban ditemukan tewas berlumuran darah di rumah barunya di Jalan Pintu Gerbang, Gg 4, Blok Klompang, Kelurahan Bugih.

"Yang jelas, kami akan terus melakukan penyelidikan atas kasus ini, hingga terungkap pelakunya," katanya, menjelaskan.

Pengusaha mebel Amir Alkatiri (52) ini ditemukan tewas mengenaskan, Selasa (2/7) sekitar pukul 01.40 WIB dini hari. Jenazah itu ditemukan oleh adik iparnya, Said, tergeletak di perumahan Klompang, Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, yang merupakan rumah baru korban.

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kepala bersimbah darah di dalam kamar tepatnya di lantai 2. Sementara, sepeda motor korban berikut telepon selulernya tidak ada dan diduga dibawa kabur pelaku.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019