Aparat Kepolisian Sektor Pesantren Kota Kediri, Jawa Timur, masih menyelidiki kasus temuan jasad seorang pria paruh baya di kebun pepaya, Kota Kediri, yang di sejumlah bagian tubuhnya terdapat sejumlah luka.

"Kami masih menyelidikinya. Saya tidak ingin berspekulasi, apakah korban ini tewas karena apa, namun berdasar pemeriksaan sementara RS Bhayangkara Kediri, tanda aniaya tidak ada, pembuluh darah pecah dan keluar air mani," kata Kapolsek Pesantren Kota Kediri Kompol Paidi Sudiarto di Kediri, Senin.

Ia membenarkan saat jasad baru ditemukan, ditemukan luka di kepala. Polisi masih menunggu hasil visum dari rumah sakit, guna memastikan penyebab kematian yang bersangkutan.

Jasad seorang pria paruh baya ditemukan di areal kebun pepaya, Kota Kediri. Yang bersangkutan ditemukan oleh Sutrisno (50), warga Kediri, saat melintas di sebuah jalan setapak di Desa Banaran, Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Berdasar penyelidikan polisi, terdapat identitas yang bersangkutan, yakni diketahui bernama Joko (69) warga Bendorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Ketika ditemukan, pria itu mengenakan kaos berwarna hitam, celana warna cokelat tua. Tubuh pria itu gemuk dengan kumis dan rambut tebal.

Warga awalnya sempat mengira aneh, sebab ia tergeletak begitu saja di tepi jalan areal di kebun pepaya. Namun, setelah didekati ternyata yang bersangkutan meninggal dunia. Terlebih lagi, terdapat luka di bagian kepala yang bersangkutan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi polisi menemukan sejumlah luka pada bagian kepala. Polisi juga menemukan 1 karung plastik berisi pepaya dan sebuah sepeda motor jenis Suzuki Smash dengan nomor polisi AG 4530 BC yang tidak jauh dari lokasi korban.

Polisi juga tidak berani memastikan temuan buah pepaya yang lokasinya tidak jauh dari tempat korban tergeletak. Polisi masih mengusut kasus ini hingga tuntas, termasuk mencari rumah yang bersangkutan serta meminta keterangan dari keluarga.

"Kita masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pemilik lahan," kata Paidi.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019