Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) fokus menjaga kapasitas produksi sebanyak 110 Mmscfd (juta standar kaki kubik per hari)  gas agar bisa memasok kepentingan industri dan pupuk di Jawa Timur secara maksimal.

Senior Head of Relation Husky CNOOC Madura Limited (HCML), Hamim Tohari, Selasa mengatakan, penjagaan kapasitas produksi itu dilakukan setelah pihaknya berhasil memastikan keseluruhan hasil produksi gas terserap pasar.

"Kini Husky CNOOC Madura Limited fokus menjaga kapasitas produksi agar bisa memasok kepentingan industri dan pupuk di Jawa Timur secara maksimal," katanya.

Ia mengemukakan, HCML akan mulai mengembangkan lapangan MDA/MBH dan MAC yang diperkirakan akan berproduksi 120 MMscfd pada akhir 2020 atau awal 2021.

"Sesuai arahan dari SKK Migas, HCML berupaya bisa berkontribusi terhadap meningkatkan keandalan produksi gas nasional, salah satunya melalui pengembangan lapangan MDA/MBH,c katanya.

Menurutnya, wilayah Jawa Timur kini menjadi lumbung minyak dan gas (Migas)
nasional.

"Sekitar 30 persen dari 800 ribu Barrel of Day (BoD) produksi minyak nasional disumbang dari produksi lapangan migas dari Jatim," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, Jatim juga menyumbang 10-12 persen dari total pasokan gas di Tanah Air.

"HCML yang bekerja di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas sudah memproduksi gas di perairan Sampang Madura sejak 2017. HCML yang mengelola 4 lapangan di Jatim diharapkan bisa menjadi salah satu 'back bone' pemenuhan gas di Jatim," katanya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019