Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mlaang dalam waktu dekat bakal memiliki buku 105 kuliner legendaris Kota Malang, yang diharapkan bisa menjadi referensi kepada para wisatawan untuk menjajal kuliner di kota terbesar kedua di Jawa Timur tersebut.

Kepala Seksi Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Agung Harjaya Buana di Malang, Selasa, mengatakan, pada tahap pertama pembuatan buku kuliner legendaris tersebut akan menggunakan bahasa Indonesia dan ke depannya akan disiapkan buku berbahasa Inggris untuk wisatawan mancanegara.

"Kota Malang dikenal oleh wisatawan domestik khususnya sebagai surga kuliner. Oleh karena itu, tidak berlebihan sekarang kami menyusun buku mengenai potensi gastronomi di Kota Malang," kata Agung.

Agung menjelaskan, buku tersebut nantinya akan dicetak secara fisik dan buku format digital. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan penyampaian informasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan, terutama bagi pelaku yang ada di sektor pariwisata Kota Malang.

Sesungguhnya, lanjut Agung, buku tersebut diharapkan rampung pada April 2019. Namun, dikarenakan ada beberapa kendala seperti verifikasi data lapangan, membuat proses penyelesaian buku tersebut sedikit terhambat. Diharapkan, dalam waktu dekat buku gastronomi tersebut bisa rampung.

"Ada kendala teknis yang kita tidak bisa hindari, sehingga saya pikir mundur sedikit tidak apa-apa, tapi ada hasil yang bisa dinikmati masyarakat," ujar Agung.

Saat ini, buku tersebut sudah berada dalam tahap penyelesaian akhir. Nantinya, pada buku kuliner legendaris itu, akan mencakup sejarah makanan itu sendiri, termasuk juga bahan-bahan yang dipergunakan, serta cara penyajian makanan legendaris tersebut.

Buku tersebut nantinya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat, termasuk versi digitalnya.

"Kalau tidak enak tidak akan bertahan. Kami merencanakan 105 item yang akan masuk di buku itu, sesuai ulang tahun Kota Malang," tutup Agung.
 

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019