Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban longsor di kawasan pertambangan mangaan (Mn) dan batu kapur di Gunung Kapur Sadeng di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sehingga operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup pada Jumat sore.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan posisinya berada di sebelah timur dari reruntuhan longsor di kawasan Gunung Sadeng itu," kata Komandan Tim (Dantim) Operasi SAR dari Basarnas Jember Prahista Dian Yudi yang berada di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

Gunung Sadeng merupakan kawasan pegunungan yang menjadi lokasi penambangan Mn dan batu kapur di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, itu, longsor pada Senin (25/3) pagi, sehingga menyebabkan seorang pekerja tambang PT Cahaya Putra bernama Sucipto (45) tertimbun longsor dan dua pekerja lainnya mengalami luka-luka.

Saat ditemukan jenazah korban, bagian tubuhnya tidak lengkap dan tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian bagian tubuh yang belum ditemukan hingga sore hari, namun berdasarkan kesepakatan tim SAR dan pihak keluarga korban, maka operasi SAR resmi ditutup.

Sementara Kapolsek Puger AKP Sudariyanto mengatakan korban baru ditemukan setelah lima hari dilakukan pencarian tim SAR gabungan, bahkan sejumlah alat berat dan dua anjing pelacak K-9 Polda Jatim juga diturunkan untuk membantu pencarian korban longsor di Gunung Sadeng tersebut.

"Pencarian korban membutuhkan waktu yang lama, karena kondisi medan yang berat, seperti ketebalan longsor dari tebing. Upaya maksimal dilakukan tim SAR gabungan untuk menemukan korban," katanya.

Ia menjelaskan lokasi tambang Mn tersebut untuk sementara ditutup dan tidak bada aktivitas demi keamanan sambil menunggu kedatangan tim ahli geologi yang akan mengkaji apakah tambang tersebut masih layak digunakan atau tidak.

Baca juga: Satu pekerja tambang masih tertimbun longsor di Gunung Kapur Jember
Baca juga: Tim SAR cari korban tertimbun longsor Gunung Kapur Jember (Video)
Baca juga: Anjing pelacak diterjunkan cari korban longsor Gunung Kapur di Jember

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019