Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Madiun tahun 2020 merumuskan sebanyak 208 program dan 818 kegiatan yang bertujuan mewujudkan kemajuan daerah setempat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dari sebanyak 208 program dan 81 kegiatan yang dirumuskan tersebut, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp1.194.438.117.000," ujar Kepala Bappeda Kota Madiun Totok Sugiarto dalam kegiatan musrenbang pembahasan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kota Madiun 2020 di Gedung Diklat, Senin.

Menurut dia, terdapat lima prioritas program yang diutamakan di pembangunan lima tahun ke depan. Yakni, Program pembangunan SDM, peningkatan ekonomi daerah, infrastruktur, tata kelola pemerintahan, dan keamanan serta ketertiban masyarakat. 

Di antaranya, Dinas Pendidikan Kota Madiun memiliki sembilan program dan 182 kegiatan dengan pagu anggaran Rp188.265.636.900, lalu DPU dan Tata Ruang sembilan program dan 29 kegiatan dengan anggaran Rp413.021.000,000.
      
Kemudian Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) memiliki tujuh program meliputi 22 kegiatan dengan pagu anggaran Rp53.521.243.000.

Sementara,  Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto berharap, pelaksanaan pemerintahan dapat berjalan lancar. Tidak hanya di masa pemerintahannya. Tapi, juga ketika sudah dipegang oleh pemimpin yang baru nanti di lima tahun ke depan.

Ia mengatakan, kepemimpinannya akan berakhir pada 29 April mendatang dan akan dilanjutkan dengan kepemimpinan yang baru. Oleh karena itu, Kota Karismatik Madiun saat ini telah memasuki masa transisi. Yakni, dari pemerintahan Baris Jilid II ke pemerintahan wali kota dan wakil wali kota terpilih, Maidi-Inda (MADA). 

"Karena itu, musrenbang ini menjadi penting untuk kita kawal bersama-sama," kata Wali Kota Sugeng.

Nantinya, diharapkan ada kerjasama yang baik antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam rangka mewujudkan pembangunan yang lebih maju di Kota Madiun.  (*)

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019