Madiun  (Antaranews Jatim) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur saat ini sedang memperjelas penentuan "trase" atau sumbu jalan terkait rencana pembangunan Jalan Selingkar Wilis yang menghubungkan enam kabupaten yakni Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, dan Kediri.

"Untuk persiapan Jalan Selingkar Wilis, saat ini pemprov sedang menyusun RPJMD Provinsi Jatim, yang didalamnya diperjelas soal trase atau sumbu jalan," ujar Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat melakukan kunjungan kerja di gedung Bakorwil I Madiun, Selasa sore.

Menurut dia, terkait trase tersebut, pihaknya masih melakukan konfirmasi dengan Pemkab Kediri. Sebab Bupati Kediri masih memberikan alasan-alasan yang berhubungan dengan lingkungan, seperti menginginkan sungai tidak terpotong dan lain sebagainya.

"Jika trase jalan tersebut telah disetujui titik mana-mananya, maka Pemprov Jatim akan mengusulkan program pendanaan yang komprehensif untuk proyek tersebut," kata Emil.

Ia menjelaskan, untuk mewujudkan Jalan Selingkar Wilis, yang terpenting bukan hanya pada lingkarnya, tetapi jalan siripnya. Pihaknya menegaskan, perlu ada koordinasi dari enam kabupaten yang terlibat terkait penentuan tugas daerah mana yang sirip dan mana yang bagian lingkarnya.

Setelah semua "fix" (jelas), maka proyek itu dapat dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tidak selesai dalam waktu satu tahun, tetapi secara berkesinambungan.

"Pihak nasional (Pemerintah pusat) kita harapkan mau memberikan DAK. Kendalanya aturan sekarang ini DAK tidak bisa diberikan di ruas yang sama dalam dua tahun berturut-turut," kata dia.

Kondisi tersebut akan dicarikan solusi berupa Pemprov Jatim harus memiliki konsep DAK Penugasan yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2019-2024. Sehingga program tersebut harus segera dimasukkan.

Seperti diketahui, pemerintah daerah dan pusat berusaha membuka konektivitas daerah-daerah di sekitar lereng Gunung Wilis dengan Jalan Selingkar Wilis sepanjang sekitar 200-300 kilometer. Jalan itu menghubungkan enam kabupaten yang berada di kaki Gunung Wilis yakni Tulungagung, Trenggalek, Madiun, Ponorogo, Nganjuk dan Kediri (Tunggal Rogo Mandiri).

Pembangunannya diharapkan mendorong potensi yang ada di lingkar Wilis yang nanti akan terkoneksi dengan bandar udara di Kediri yang kini dalam tahap perencanaan pembangunan.

Potensi daerah selingkar Wilis yang masih perlu dioptimalkan lebih lanjut di antaranya pariwisata, peternakan, pertanian, perkebunan, serta agrowisata. Sehingga, pengembangan potensi itu dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan serta kesejahteraan masyarakatnya. (*)

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019