Bojonegoro  (Antaranews Jatim) - Pencarian korban  tenggelam di sungai Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Jawa Timur, bernama Watini (52) sehari lalu,  dilanjutkan tanpa memanfaatkan perahu, karena sungai yang semula meluap sudah surut.

Camat Gondang, Bojonegoro Hanan, di Bojonegoro, Jumat, menjelaskan pencarian korban hanyut yang diduga tenggelam di sungai setempat dilanjutkan dengan membagi menjadi tiga tim, salah satunya Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sehari sebelumnya, Jajaran Muspika Gondang, juga pihak Desa Gondang, bersama masyarakat sempat melakukan pencarian, tapi karena malam hari maka pencarian dihentikan. Korban dilaporkan hanyut tenggelam di sungai setempat sekitar pukul 16.00 WIB.

"BPBD mengirimkan tiga personel, tapi tidak membawa perahu karena sungai sudah surut," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia menjelaskan.

Menurut dia, pencarian korban yang dilaporkan hanyut tenggelam di sungai Danggiran di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, setelah korban dilaporkan hanyut tenggelam dihentikan, karena gelap.

Ketika itu korban Watini bersama anaknya Lasmini (24) yang menyeberang sungai di desa setempat usai mencari daun gebang yang akan dimanfaatkan untuk sapu.

Bersamaan dengan itu terjadi hujan deras yang mengakibatkan sungai meluap menimbulkan genangan banjir dengan arus cukup deras.

Keduanya yang diperkirakan tidak bisa berenang terseret derasnya. Korban Lasmini yang autis berhasil diselamatkan dua warga yang melihat kejadian itu, tapi Watini hanyut tenggelam sampai sekarang belum ditemukan.

Laporan yang diterima BPBD menyebutkan hujan deras yang terjadi sehari lalu mengakibatkan genangan banjir akibat meluapnya sungai desa, antara lain, Kali Kerjo di Kecamatan Kepohbaru dan genangan banjir di Desa Pesen, Kecamatan Kanor. (*)


 

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019