Surabaya (Antaranews Jatim) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat marah-marah saat memantau proses pemulihan di lokasi jalan ambles di Jalan Raya Gubeng, Kota Surabaya, Kamis. 
     
"Itu pemadam kebakaran semua keluar. Jangan tambah beban di jalan ini. Bronto Skylift keluar. Berat itu. Ngapain di situ. Ini bukan kebakaran," kata Risma dengan suara keras di lokasi jalan ambles sambil membawa alat komunikasi genggam atau handy talky (HT).
     
Meski harus duduk di atas kursi roda akibat cidera kaki, Wali Kota Risma mengkondisikan proses pemulihan jalan ambles di Jalan Raya Gubeng pada Selasa (18/12) malam yang saat ini masuk tahap pengurukan.  
   
Risma juga terlihat sedang memarahai anak buahnya saat berkomunikasi melalui HT terkait ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang diparkir di sekitar lokasi jalan ambles.   
     
Bahkan, Risma meminta semua kendaraan yang berada di dekat lokasi jalan ambles agar keluar dari area tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu proses pemulihan jalan ambes, dimana banyak kendaraan truk pengangkut pasir dan batu lalu lalang di jalan tersebut. 
     
Selain itu, lanjut dia, agar tidak menambah beban area jalan yang ambles yang dimungkinkan masih rawan ambles. "Semua mobil keluar, kecuali truk pengangkut sirtu (pasir batu). Jalan ini jangan dibebani terlalu banyak," kata Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.
     
Menurut dia, kedatangannya ke lokasi dengan kondisi kaki yang sakit itu agar semua proses pemulihan jalan ambles di Jalan Raya Gubeng bisa berjalan lancar dan cepat. 
     
"Saya datang ke sini ini untuk mengatur. Mobil pemadam kebakaran ini kan menambahi beban. Mereka tidak mengerti kalau saya tidak nyuruh pergi kan bahaya. Kayak gitu itu saya datang untuk koreksi," ujarnya. (*)

Video Oleh Abdul Hakim
 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018