Situbondo (Antaranews Jatim) - Dewan Kesenian Kabupaten Situbondo, Jawa Timur meluncurkan pakaian khas Situbondo yang akan segera dipatenkan oleh pemerintah daerah setempat.

"Alhamdulilah semoga pakaian khas yang sudah kita `launching` bersama ini nantinya mampu untuk menjadi sesuatu yang kita banggakan. Terlebih lagi, nanti ini akan bisa dan mampu menggerakkan secara bersama-sama untuk membangun Situbondo," kata Ketua Dewan Kesenian Situbondo Edi Supriyono saat Peluncuran Pakaian Khas Situbondo di Pendopo Kabupaten Situbondo, Rabu.

Ia menegaskan pakaian khas tersebut bukan merupakan pakaian yang asal jadi.

Namun, katanya, hasil sarasehan yang diikuti berbagai kalangan, sebagai pihak-pihak yang berkompeten memberikan sumbangsih terkait dengan pakaian khas Situbondo.

Oleh karena itu, katanya, keputusan tentang pakaian khas daerah setempat itu, bukan karena Tim Dewan Kesenian senang atau tidak senang, akan tetapi sudah melalui proses panjang dalam pembentukannya.

"Kami berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, pakaian khas ini bisa menjadi pakaian khas yang terakhir kalinya dan dipatenkan serta menjadi identitas masyarakat Situbondo," ucapnya.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menyampaikan terima kasih pada Dewan Kesenian Situbondo karena telaten dan tetap semangat dalam menghasilkan karya-karya seni dan budaya.

"Kami patut bersyukur karena tugas yang dibebankan kepada Dewan Kesenian Situbondo satu telah selesai dan masih ada tugas-tugas yang lain yang masih dalam proses," katanya.

Ia mengharapkan karya budaya berupa pakaian khas Situbondo dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Kami menginginkan pakaian khas Situbondo ini bisa digunakan masyarakat dan tidak ada perbedaan aksesoris yang digunakan pejabat maupun rakyat," tuturnya.

Pakaian khas Situbondo itu untuk bagian atas berwarna putih gading dan bagian bawah berupa celana mirip pesak serta menggunakan "sembong" dengan motif batik Situbondo. (*)
Video Oleh Novi Husdinariyanto
 

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018