Surabaya (Antaranews Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku telah memiliki strategi untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan bahan pokok, khususnya pada bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Kami sudah siapkan strategi dan pemerintah menjamin agar harga kebutuhan pokok tetap stabil," ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menjelaskan terdapat tiga strategi, pertama Pemerintah Provinsi bekerja sama dengan Bulog Jatim untuk menyiapkan sebanyak 116 gerai di pasar-pasar di seluruh Jatim.

Gerai-gerai tersebut, kata dia, bertujuan untuk menjaga pasokan kebutuhan pokok di pasar sehingga harga kebutuhan pokok tidak naik akibat kelangkaan bahan.

Strategi kedua yakni bekerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Polda Jatim, Kodam v/Brawijaya dan Satgas Pangan untuk melakukan pengecekan secara langsung ke gudang-gudang penyimpanan bahan pokok.

"Tujuannya memastikan tidak ada penimbunan, mengambil untung terlalu banyak, atau mengawasi praktik kecurangan lainnya yang dilakukan importir," ucapnya.

Pihaknya, lanjut dia, mengecek agar jangan sampai ada importir yang mengambil untung terlalu besar pada situasi seperti ini, semisal, bawang putih yang dijual Rp28 ribu, padahal jika dijual Rp21-22 ribu sudah untung.

Selain itu, pengecekan juga ditujukan untuk mendapatkan informasi valid terkait harga impor, ongkos gudang dan harga yang dilepas ke pasar.

"Setelah ketemu harganya, kemudian dituangkan dalam kesepakatan antara pengusaha, pemprov, TNI, Polda dan Satgas yang berwenang," tutur orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Strategi ketiga, lanjut dia, yakni pemerintah melakukan operasi pasar dan memberikan subsidi ongkas angkut, biaya buruh dan biaya pengemasan agar bahan pokok bisa sampai di pasar atau Distributor 4 (D4).

"Jika di Surabaya, D4 itu Pasar Darmo Trade Center, Kapas Krampung, dan Pasar Pucang. Ini kami penuhi semuanya," ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018