Situbondo (Antaranews Jatim) - Ketua Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Situbondo, Irfan Hilmi menyatakan pengamatan bulan (hilal) tidak terlihat karena posisi bulan sudah berada di bawah garis yang memisahkan bumi dan langit (di bawah ufuk).

"Hasil pengamatan yang kami lakukan bulan tidak terlihat karena waktu tersisa 7 menit, posisi matahari di bawah 2 derajat dan sehingga bulan tak terlihat," katanya usai melakukan pengamatan di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Selasa sore.

Ia mengemukakan, pada pukul 17.09 WIB bulan terlebih dulu terbenam, sedangkan matahari terbenam pada pukul 17.13 WIB sehingga bulan tidak dapat terlihat karena sudha berada di bawah "ufuk".

"Kami juga berkoordinasi dengan rekan-rekan yang melakukan pengamatan seperti di Bukit Condro, Lamongan dan Rembang katanya juga tidak berhasil melihat bulan. Oleh karena itu, apapun hasilnya nanti kami laporkan ke Pusat dan Kementerian Agama yang menetukannya," paparnya.

Dari pantauan, pengamatan bulan untuk menetukan awal bulan Puasa Ramadhan 2018 di Pelabuhan Kalbut, Kabupaten Situbondo ini tidak hanya dilakukan oleh petugas dari Kementerian Agama Kabupaten Situbondo saja, namun dari Kabupaten Jember, Probolinggo dan Bondowoso serta Kabupaten Banyuwangi turut bergabung melakukan pengamatan bulan (rukyatul hilal). (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018