Pamekasan (Antaranews Jatim) - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan, Jawa Timur, memeriksa sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkab setempat yang terindikasi mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 27 Juni 2018.

"Ada 14 ASN yang kami mintai keterangan terkait temuan dari hasil pengawasan kami di lapangan. Mereka terindikasi mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati," ujar Ketua Panwaslu Pamekasan Abdullah Saidi kepada Antara di Pamekasan, Senin.

Temuan adanya ASN yang terindikasi mendukung salah satu pasangan calon itu melalui foto dan disebarkan di medsos Facebook dengan menunjukkan simbol dukungan pada salah satu kandidat.

Sesuai ketentuan, hal itu dilarang dan ASN harus netral, yakni tidak memihak salah satu pasangan tertentu.

"Semua ASN yang terindikasi mendukung pasangan calon tertentu itu telah dimintai keterangan di kantor Panwaslu Pamekasan satu persatu," katanya, menjelaskan.

Selanjutnya pihak Panwaslu Pamekasan akan menyampaikan pemberitahuan kepada Inspektorat Pemkab Pamekasan terkait temuannya itu, agar ditindak di internal Pemkab Pamekasan.

"Kalau kami di Panwaslu tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan," katanya, menjelaskan.

Sementara terkait adanya temuan ini, Panwaslu Pamekasan meminta kepada masing-masing Panwascam di 13 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan agar kedepan terus meningkatkan pengawasan.

"Pengawasan ektra ketat itu penting, karena ini menyangkut kualitas demokrasi yang akan kita laksanakan. Panwaslu Pamekasan menginginkan agar pesta demokrasi lima tahunan bisa berlangsung dengan jujur, adil dan berkualitas," katanya, menjelaskan.

Di Pamekasan, ada dua pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pamekasan yang akan bersaing memperebutkan dukungan massa untuk pilkada mendatang.

Kedua pasangan calon itu, masing-masing Barut Tamam-Raja`e (Berbaur) dengan nomor urut 1 dan Kholilurrahman-Fathor Rohman (Kholifah) dengan nomor urut 2.

Pasangan Berbaur diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

Pasangan Kholifah diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Demokrat.

Sementara itu, Cagub/Cawagub Jatim yang akan bersaing memperebutkan dukungan masyarakat pada pilkada serentak 27 Juni 2018 masing-masing pasangan Khofifah Indar Parawansa-Elistianto Dardak dengan nomor urut 1 dan Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Putri dengan nomor urut 2. (*)

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018