Beijing (Antaranews Jatim) - Masjid Niu Jie yang terletak di Kota Beijing, China, selalu menjadi jujukan atau lokasi wisata favorit bagi wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke negara tersebut, setelah Great Wall atau Tembok China.

Tokoh Muslim setempat Liu Shoupeng di Beijing, Sabtu mengakui dirinya selalu mendapat kunjungan wisatawan Indonesia ke masjid tersebut, dan melakukan shalat beberapa rakaat.

Bahkan, dirinya juga sering ditanyai mengenai perkembangan Muslim di China, serta diundang Konjen Indonesia di Tiongkok untuk datang menghadiri sebuah acara.

Ia mengakui, hubungan baik selalu terjaga antara komunitas Muslim dengan keseluruhan masyarakat di China, bahkan ketika saat ini era keterbukaan informasi dibuka pemerintah setempat, beberapa jurnalis sering mencari informasi perkembangan sejarah mulainya Muslim di China melalui Masjid Niu Jie.

Ia mengakui, ketertarikan wisatawan Indonesia dan beberapa negara Muslim terhadap Masjud Niu Jie dikarenakan banyak tokoh besar Muslim dunia yang berkunjung ke China selalu menyempatkan shalat di masjid tersebut, termasuk beberapa waktu lalu Presiden Indonesia Joko Widodo.

Selain itu, Masjid Niu Jie merupakan masjid terbesar di Beijing yang menjadi titik awal masuknya Islam di daratan China.

Ia mengatakan, di China ada 72 masjid serupa, dan selalu berkomunikasi dengan baik antara satu sama lainnya dengan jumlah total Muslim khusus di Beijing sekitar 50 ribu orang.

Pemerintah China, kata dia, juga bersahabat dengan Muslim setempat.

Berdasarkan catatan Wikipedia, Masjid Niujie dibangun pada 996 pada masa Dinasti Liao (916-1125) dan merupakan masjid tertua dan terbesar di?Beijing.

Pada tahun 1215, masjid itu pernah dihancurkan tentara Mongol, kemudian dibangun kembali pada 1443 periode Dinasti Ming dan secara signifikan diperluas pada 1696 pada zaman Dinasti Qing.(*)

Pewarta: Abdul Malik Ibrahim

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018