Okpo, Korea Selatan, (Antara) - Nama KRI Ardadedali-404 pada kapal selam TNI AL hasil kerja sama dengan Korea Selatan diharapkan memberikan makna yang mendalam, sesuai kesaktian senjata tersebut, kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

"Diharapkan dengan menggunakan nama ini paling tidak serupa kesaktian senjata yang dinamakan itu," ujar Menhan dalam upacara penyerahan KRI Ardadedali-404 di galangan kapal Daewoo Shipbuilding Marine and Engineering (DSME), Okpo, Korea Selatan, Rabu.

Pemberian nama Ardadedali pada kapal tersebut diambil dari salah satu nama senjata panah yang dimiliki oleh tokoh cerita mahabarata Arjuna, sosok Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya.
. Awak kapal KRI Ardadedali-404 menunjukkan cara pengoperasian kapal di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan, Rabu. (Dyah Dwi A)
Dalam cerita disebutkan ardadedali berbentuk ujung anak panah pusaka seperti burung dan memiliki jiwa. Anak panah ardadedali dapat melumpuhkan musuhnya di medan pertempuran besar.

Ryamizard Ryacudu yakin KRI Ardadedali-404 akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara serta keutuhan wilayah.

Selain itu, KRI Ardadedali-404 juga diharapkan dapat melindungi kehormatan serta keselamatan bangsa dan menegakkan hukum di perairan Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga berpesan kepada komandan kapal selam KRI Ardadedali-404 Letkol Laut (P) Widya Poerwandanu beserta awak kapal untuk menjaga kepercayaan yang diberikan oleh bangsa dan negara dengan pengoperasian dan pemeliharaan yang benar.

"Rawat sebaik-baiknya, usahakan usia kapal selama mungkin. Pergunakan dengan baik," tutur Ryamizard Ryacudu.

Ada pun kapal selam pertama hasil kerja sama dengan Korea Selatan yang telah datang Agustus 2017 diberi nama Nagapasa-403, diambil dari nama senjata tokoh pewayangan Raden Indrajit berupa panah sakti.

Kapal selam ketiga yang dikerjakan PT PAL di Surabaya akan diberi nama KRI Alugoro-405, diambil dari nama senjata pemukul berbentuk alu yang dalam cerita pewayangan digunakan oleh Prabu Baladewa.(*)
Video Oleh Dyah Dwi A

Pewarta: Dyah Dwi A

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018