Surabaya (Antaranews Jatim) - Kasus Penembakan mobil pribadi milik Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi oleh orang tidak dikenal di rumahnya pada Rabu (14/3) tidak mempengaruhi pelayanan di Pemerintah Kota Surabaya.

"Kami pastikan semua pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya," kata Eri Cahyadi saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya, Kamis.

Menurut dia, pelayanan di Pemkot Surabaya harus tetap berjalan dan pekerjaan tidak boleh berhenti. Bahkan, lanjut dia, pelayanan di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang berjalan seperti biasanya.

"Siapapun pejabat di Pemkot Surabaya harus berani dan tetap berjalan untuk menjalankan amar maruf nahi mungkar, demi kepentingan masyarakat," katanya.

Eri mengatakan apa yang dialami dirinya itu merupakan salah satu risiko pekerjaan dan tugas yang harus dijalankan. Sebab, lanjut dia, di dinasnya itu banyak mengurusi perizinan, proyek pembangunan atau pun penertiban.

Selama berjalan di garis yang benar, kata dia, maka harus tetap dijalankan apapun risikonya. "Tapi sebenarnya menurut saya, ini hal biasa yang harus kita terima ketika menjalankan tugas," katanya.

Eri juga mengaku sudah memaafkan pelaku dan tidak ada dendam pribadi kepada pelaku sebab ia menilai bahwa manusia itu tak luput dari salah. "Jadi, setelah ini saya seperti biasa, seperti yang dulu, tidak berubah. Saya pasrahkan semua nasib saya dan keluarga kepada Allah, karena yang menentukan nasib saya dan keluarga hanya Allah," ujarnya.

Oleh karena itu, terkait prosesnya bagaimana, dan siapa pelakunya, Eri meminta untuk ditanyakan langsung kepada pihak kepolisian karena pelakunya sudah tertangkap.

Ia juga mengaku sangat menghormati proses hukum yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian. "Biarlah proses itu berjalan di kepolisian karena hal itu biasa saja dan tidak masuk dalam pemikiran saya," ujarnya.

Adapun yang dipikirkan saat ini adalah orang-orang PKL yang sudah dibongkar akan ditaruh dimana, berpikir bagaimana perizinan yang telah dikeluarkan itu sudah bermanfaat kepada masyarakat apa belum, termasuk ketika membuat jalan baru, apakah sudah bisa dinikmati oleh masyarakat apa belum.

"Itu yang ada di otak saya saat ini, bukan masalah itu (penembakan mobil)," katanya.

Ia pun berharap supaya apa yang telah dialaminya itu menjadi pembelajaran bagi para pejabat pemkot bahwa tugas dan kewajiban pemerintah memang seperti ini. Ia juga meminta untuk selalu menjaga dan menjalankan amanah yang telah diberikan oleh Allah demi kepentingan masyarakat.

"Meskipun mungkin ada yang suka dan ada yang tidak suka, itulah risiko pekerjaan," kata dia. (*)

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018