Sidoarjo, (Antaranews Jatim) - Bakal Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan pengentasan kemiskinan sangat bergantung pada peranan perangkat desa, mengingat tingkat kemiskinan warga Jawa Timur itu merata di perdesaan.

"Oleh sebab itu, butuh penanganan lebih untuk bisa menyalurkan program supaya sampai ke masyarakat miskin di Jawa Timur," katanya dalam silahturahmi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), di salah satu hotel di Sidoarjo, Senin.

Ia mengemukakan, yang tahu warganya adalah perangkat desa, dan pihaknya ingin mendekatkan penerima bantual sosial. Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Pertanian, dan Menteri BUMN.

Ini karena yang mengisi badan usaha milik desa (BUMDes) adalah Kementerian Sosial, sedangkan yang memiliki mitra BUMDes, selain itu harus ada koordinasi dengan Kementerian Pertanian yang memiliki penggilingan padi untuk stok di BUMDes.

"Harapannya masyarakat miskin bisa mendapatkan beras yang fresh setiap bulan. Bukan beras yang sudah keliling muter muter. Nah mungkin yang kurang ke depan adalah Kemsos harus bekerjasama dengan PPDI," ujarnya.

Terkait permintaan dari PPDI yang ingin difasilitasi untuk bertemu dengan presiden, Khofifah sudah mengambil langkah. Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Sekretaris Negara.

"Saya komunikasi dengan Mensekneg, saya bilang saya sedang ada pertemuan dengan PPDI di Hotel Utami. Menurut saya ada baiknya Ketua Umum dan jajaran PPDI pusat melakukan silaturahmi dengan Mensekneg sehingga ada yang menjadi rekomendasi bisa disampaikan ke Presiden," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PPDI Pusat, Mujito memaparkan, selain karena punya kapasitas, mereka juga memilih Khofifah karena dianggap mampu memperjuangkan nasib para perangkat desa.

"Bu Khofifah sudah banyak membantu kami. Tiba waktunya kami untuk membantu Bu Khofifah dalam suksesi Pilgub Jatim kali ini. Insya Allah, seluruh perangkat desa bulat mendukung beliau," ujarnya.(*)

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018