Surabaya (Antara Jatim) - PT Terminal Teluk Lamong Surabaya menggelar latihan bersama pengamanan "International Ship and Port Security/ ISPS Code" dengan menggandeng aparat dan instansi terkait di kepelabuhanan setempat. 
     
"Kegiatan ini merupakan latihan bersama dalam rangka penanganan pengamanan di wilayah pelabuhan Tanjung Perak," ujar Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Dothy kepada wartawan usai menyaksikan latihan, Rabu.
     
Dia mengatakan latihan gabungan ini telah digelar sejak 4 Desember lalu dan hari ini adalah puncaknya. 
     
Latihan itu tampak turut disaksikan oleh perwakilan pejabat dari Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak, Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak, sembilan Direktur Fasilitas Pelabuhan wilayah Tanjung Perak dan unit K3 di wilayah Tanjung Perak Surabaya. 
     
Dothy menjelaskan ISPS Code adalah regulasi yang ditetapkan oleh organisasi maritim dunia (IMO) sebagai lembaga keamanan pelabuhan untuk mengatur kegiatan dan prosedur yang harus diambil untuk menanggulangi ancaman keamanan di laut. 
     
"Sebagai penyedia pelayanan kapal domestik dan internasional, Terminal Teluk Lamong telah mendapatkan lisensi dari ISPS Code berkode ID SUB-0018. Bahkan The United States Coast Guard, bersama angkatan bersenjata Amerika Serikat, berkunjung ke sini pada bulan Juni lalu untuk melihat penerapan ISPS di lingkungan Terminal Teluk Lamong," katanya.
     
Kegiatan latihan yang digelar bersama ini, lanjut dia, merupakan persyaratan bagi pelabuhan yang telah memenuhi standar ISPS. 
     
"Seluruh fasilitas pelabuhan berstandar internasional wajib melaksanakan kegiatan ISPS maksimal 8 bulan sekali dan itu adalah persyaratan mutlak," ucapnya. 
     
Dothy menambahkan, sebagai perwujudan dari garansi mutu pelayanan dan lingkungan di Terminal Teluk Lamong, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III itu selain telah berlisensi ISPS Code, juga telah mendapatkan beberapa sertifikasi mutu, yaitu ISO 9001, OHSAS 18001, dan ISO 14001. (*)

Pewarta: Hanif N

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017