Sampang (Antara Jatim) - Anggota DPD RI Ahmad Nawardi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke

gudang penyimpanan garam milik PT Garam Persero di Kecamatan

Pangarengan Sampang, Jawa Timur, Selasa.

Sidak anggota DPD RI asal Sampang, Madura ini dilakukan, menyusul terjadinya kelanggaran garam konsumsi akhir-akhir ini.

"Gudang

PT Garam yang sangat besar ini ternyata kosong tanpa ada isinya karena

beberapa tahun terakhir tidak produksi," katanya, seusai sidak di gudang

itu.

Saat sidak diketahui bahwa stok garam di gudang penyimpanan garam kosong dan di gudang itu tidak ada kegiatan apapun.

Menurut

Kepala Pegaraman PT Garam Sampang Rofi'i, kosongnya stok garam di

gudang penyimpanan garam di Pangarengan, Sampang itu, karena produksi

garam sejak musim produksi 2016 gagal akibat cuacara tidak bersahabat.

"Selama kurun 2016 hingga saat ini, produksi garam petani tidak memenuhi target," ujar Rofi'i.

Sementara

itu, berdasarkan data di PT Garam Sampang menyebutkan, pada tahun 2016,

produksi garam konsumsi milik PT Garam Sampang mencapai 1.100 ton dari

target 80.000 ton. 

Sedangkan pada tahun 2017 sejak bulan Mei sampai hingga Juli hanya 150 ton, dari target 30.000 ton.

Ia

menjelaskan, PT Garam Sampang saat ini memiliki sebanyak 14 buah gudang

penyimpanan garam dengan data tampung masing-masing 5.000 ton garam per

gudang.

Dalam kondisi cuaca normal, garam rakyat di

Kabupaten Sampang antara 6.000 - 10.000 ton per tahun dengan luas lahan

tambak 1.100 hektare, dan sebesar 3.300 ton dibeli oleh PT Garam.

"Saat ini kami tidak bisa melakukan penyerapan, karena faktanya produksi tidak ada sama sekali," ujar Safi'i. (*)
Video oleh: Abdul Aziz

Pewarta: Abd. Azis

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017