Sumenep (Antara Jatim) - Perssu Real Madura mengajukan keberatan atas putusan Komisi Disiplin PSSI tentang sanksi adanya pelemparan botol dalam laga tandangnya melawan Kalteng Putra FC di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya pada 21 Mei 2017.

"Kami menduga ada kesalahan penulisan oleh panitia pengawas pertandingan setempat. Kami langsung mengklarifikasi persoalan itu kepada Komdis PSSI," ujar Direktur Teknik Perssu Real Madura, Junaidi di Sumenep, Jawa Timur, Jumat.

Sebelumnya, Komdis PSSI melalui sidangnya pada 1 Juni 2017 mengeluarkan sejumlah putusan, salah satunya adalah Perssu dikenakan sanksi denda Rp10 juta akibat suporternya melakukan pelemparan botol dalam laga melawan Kalteng Putra FC.

Padahal, versi Junaidi, kasus yang sebenarnya adalah "bench" pemain Perssu yang justru terkena lemparan botol dari arah penonton.

"Saat itu, kami datang sebagai tim tamu dan bermain di kandang Kalteng Putra FC. Kami hanya membawa 18 pemain dan 7 ofisial ke Palangkaraya. Tidak ada suporter Perssu di Stadion Tuah Pahoe," kata Junaidi, menerangkan.

Kondisi tersebut yang membuat manajemen Perssu mengajukan klarifikasi sekaligus keberatan atas munculnya sanksi akibat adanya pelemparan botol dalam laga tandangnya melawang Kalteng Putra FC.

"Bench pemain kami yang justru dilempar botol. Kami pun tidak membawa suporter ke Palangkaraya. Kami juga heran atas kasus tersebut dan selanjutnya melakukan klarifikasi ke Komdis PSSI," ujarnya, menambahkan.

Perssu Real Madura adalah salah satu tim sepak bola asal Sumenep yang berlaga di Liga 2 Indonesia 2017 dan tergabung di grup 6 bersama Persewangi Banyuwangi, Persik Kediri, Sidoarjo United, PSBK Blitar, Mojokerto Putra, dan Kalteng Putra FC. (*)

Pewarta: Slamet Hidayat

Editor : Akhmad Munir


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017