Surabaya (Antara Jatim) - Dua korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa I yang terbakar di perairan Masalembu menjalani rawat inap di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (RS PHC) Surabaya. 
     
Sekretaris Perusahaan Rumah Sakit PHC Husninatul Ghassani saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin mengatakan semula pihaknya menangani perawatan 11 korban kebakaran KM Mutiara Sentosa I. 
     
"Delapan korban kami tangani sejak Sabtu (20/5) malam. Menyusul datang lagi tiga korban pada Minggu (21/5) dini hari," katanya. 
     
Rata-rata korban yang ditangani RS PHC, menurut perempuan yang akrab disapa Nina itu, mengalami patah tulang.  
     
"Tulang mereka patah karena terjun dari dek penumpang setinggi kurang lebih 15 meter ke permukaan laut untuk menyelamatkan diri saat kapalnya terbakar," ujarnya.
     
KM Mutara Sentosa I terbakar pada Jumat (19/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB di perairan Masalembu, Jawa Timur. 
     
Kapal penumpang jenis roll on – roll off milik PT Atosim Lampung Pelayaran itu mengangkut 79 unit kendaraan bermotor, terdiri dari truk besar 47 unit, truk sedang 10 unit, mobil kecil 21 unit, dan 2 unit sepeda motor, dengan total penumpang 196 orang yang juga meliputi 36 anak buah kapal.
     
Lima orang penumpang meninggal dunia dalam kejadian ini.
     
Nina mengatakan, dari 11 korban yang semula dirawat di RS PHC, hingga hari ini sembilan di antaranya telah diperbolehkan pulang. Dari sembilan yang diperbolehkan pulang itu, tujuh pasien menjalani rawat jalan, dua pasien lainnya rawat rumah.  
     
"Rawat rumah itu adalah dirawat di rumah, kalau rawat jalan masih diwajibkan kontrol ke RS PHC," katanya menjelaskan. 
     
Sementara dua pasien yang masih menjalani rawat inap, masing-masing adalah Laurent Setiawan, warga Malang, Jawa Timur, yang mengalami patah pinggang, serta Bambang, warga Tenggarong, Kalimantan Timur. 
     
"Belum tahu kapan keduanya diperbolehkan pulang. Mereka masih harus menjalani perawatan di RS PHC atas patah tulang yang dideritanya," ujar Nina. (*)

Pewarta: Hanif N

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017