Surabaya, (Antara) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa pasca penggerebekan gudang penimbunan bawang putih di Merunda, Cilincing Bekasi, harga komoditas yang sempat melonjak tersebut mengalami penurunan sebesar 44 persen.

Ditemui seusai pelaksanaan Operasi Pasar Bawang Putih di Pasar Osowilangun, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, Amran mengatakan, saat inspeksi mendadak di beberapa pasar di Jakarta, dirinya menemukan harga bawang putih masih berada pada kisaran harga Rp45.000-Rp50.000 per kilogram.

"Setelah kami tangkap pelaku penimbunan dengan tersangka tiga orang, lima jam kemudian harga turun menjadi Rp25.000 per kilogram, atau 44 persen," ucap Amran.

Pemerintah tengah berupaya untuk menurunkan harga bahan kebutuhan masyarakat tersebut khususnya menjelang masuknya bulan Ramadhan. Diharapkan, harga bawang putih pada tingkat konsumen akhir tidak lebih dari Rp30.000 per kilogram.

Pada Operasi Pasar Bawang Putih tersebut, terdapat tiga harga yang telah disepakati oleh para distributor besar. Bawang impor asal India, dijual dengan harga Rp10.000 dan Rp15.000 per kilogram, sementara harga komoditas yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok dijual dengan harga Rp23.000 per kilogram.

Sejauh ini, kebutuhan bawang putih di dalam negeri, sebanyak 99,25 persen pasokan Indonesia berasal dari Tiongkok. Diperkirakan, total importasi bawang putih per tahun kurang lebih sebanyak 480-500 ribu ton per tahun. Pasokan tersebut didatangkan dari Republik Rakyat Tiongkok, India, Amerika Serikat, Swiss dan Malaysia.

Saat ini, harga bawang putih di pasar konsumen tercatat mengalami kenaikan sejak awal tahun 2017. Pada Mei 2017, rata-rata nasional harga bawang putih sebesar Rp50.680 per kilogram, atau naik 31,5 persen dibanding Januari yang sebesar Rp38.554 per kilogram.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Amran bersama dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Machfud Arifin, juga mendatangi tempat penimbunan garam di Kawasan Pergudangan Mayjen Sungkono Gresik. Garam yang sesungguhnya untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut, dikemas ulang dan dijual pada pasar konsumen.

"Sebanyak 116.000 ton dari Australia. Ini barang yang masuk seharusnya untuk industri, dan sepertinya sudah dilakukan mungkin cukup lama. Kami akan lakukan penindakan hukum," kata Machfud.

Selain itu, Amran bersama rombongan juga mendatangi tempat pengoplosan minyak goreng curah, yang dikemas ulang dan diberi merek untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi kepada konsumen.(*)

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017