Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengevaluasi keberadaan "Jatim Mart" di Singapura karena manfaatnya belum dirasakan terlalu signifikan, meski sudah berjalan hampir setahun.

"Transaksinya masih tidak besar sehingga harus ada evaluasi terhadap manfaat Jatim Mart," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jatim M. Ardi Prasetyawan kepada wartawan di Surabaya, Selasa.

Jatim Mart ini merupakan kerja sama Pemprov Jatim dengan SouthEastAsia Business Centre (SBC), yaitu sebuah perusahaan Singapura yang memberikan jasa layanan terpadu kepada UKM di seluruh negara ASEAN.

Lokasinya berada di lantai 7 Big Box Building, Jurong Singapore, yang merupakan pusat perbelanjaan modern kelas dunia khusus untuk penjualan eceran ala gudang dan penjualan partai.

Lokasinya mudah dijangkau masyarakat yang tiba di Bandara Internasional Changi, serta bisa menggunakan moda transportasi "mass rapid transit" (MRT).

Jatim Mart juga diproyeksikan menjadi wadah pemasaran produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari Provinsi Jatim untuk menembus pasar internasional.

Menurut dia, sampai saat ini manfaat Jatim Mart belum maksimal dan tidak memberikan kontribusi yang kuat meski dilihat dari sisi perdagangan, berada di lokasi yang bagus.

"Mungkin karena masih pertama. Kami akan komunikasikan ke Gubernur terlebih dahulu," ucap mantan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim tersebut.

Atas kondisi ini, kata dia, Pemprov Jatim berencana memindahkan gerai Jatim Mart ke tempat lain, bahkan sekarang telah dilakukan penjajakan di KBRI Singapura karena di tempat itu disediakan gerai, seperti pusat promosi produk Indonesia.

"Tapi ini masih dikaji karena harus bergantian dengan daerah lain. Tempatnya kan gantian  se-Indonesia dan ini masih menjadi pertimbangan," katanya. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017