Situbondo (Antara Jatim) - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana menekankan pada Kodim 0823/Situbondo, agar Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk terus bekerja menambah lahan tanam padi guna meningkatkan produksi.

"Babinsa itu sebagai ujung tombak di setiap desa-desa yang bertugas di lapangan untuk terus bekerja dan melakukan pendekatan dengan para petani yang tujuannya memperluas atau menambah lahan tanam padi," katanya saat kunjungan kerja ke Situbondo, Jawa Timur, Kamis.

Ia menjelaskan Babinsa berperan penting di desa dalam rangka meningkatkan produksi padi dan menambah luasan lahan tanam dengan cara mencari lahan yang "tidur" atau lahan tidak produktif agar dimanfaatkan menjadi lahan yang dapat ditanami padi.

Selama ini, katanya, kerja sama TNI dan Kementerian Pertanian selama ini terus melakukan upaya-upaya khusus dalam meningkatkan produksi padi.

"Menurut Menteri Pertanian RI kita sudah berhasil meningkatkan produksi padi, tahun ini sudah akan mengekspor beras ke Negara Srilangka sebanyak sekitar 100 ribu ton," ucapnya.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0823/ Situbondo Kapten Inf Gede Darma mengatakan target luasan tanam padi terhitung Oktober 2016 hingga Maret 2017 yakni 40.708 hektare (ha) dan terealisasi 29.606 hektare dari luas lahan di Situbondo 33.786 hekatare.

"Kalau sesuai program Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso membawahi Situbondo, serapan gabah/beras ditargetkan sebanyak 29.090 ton khusus di Situbondo saja. Dan stok beras di gudang Bulog di Situbondo sampai saat ini tercatat 4.980 ton," katanya.

Ia menambahkan, perkembangan harga gabah/beras sesuai hasil survei di pasaran saat ini untuk gabah kering petani (GKP) atau gabah kering sawah (GKS) antara Rp3.700 hingga Rp4.200 per kilogram, sedangkan gabah kering giling (GKG) Rp4.600 per kilogram.

"Harga beras Bulog Rp7.300/kilogram, beras medium/pasarana Rp7.500/kilogram, beras premium Rp9.000 hingga Rp10.000/kilogram dan beras mentik Rp9.000 hingga Rp10.000/kilogram," tuturnya. (*)
Video oleh : Novi H
 

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017