Surabaya (Antara Jatim) - Optimalisasi foto udara dan peta lidar yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya pada 2017 ini berpotensi mendukung berkembangnya investasi di ibu kota Provinsi Jawa Timur itu.
     
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di Surabaya, Minggu, mengatakan, selain memudahkan pelayanan perizinan dan perencanaan kota, hal itu juga berpotensi meningkatkan investasi di Kota Pahlawan.
     
"Investor yang berniat melakukan investasi di Surabaya, dengan melihat peta tampilan 3 dimensi ini, akan langsung tahu potensi investasi di lokasi yang diinginkan," katanya.
     
Menurut dia, calon investor yang akan berinvestasi di sejumlah kawasan di Kota Surabaya akan bisa tahu ada berapa bangunan dengan ketinggian berapa di lokasi itu,  misalnya ada apartemen, hotel dan lainnya. 
     
"Jadi investor tahu kalau investasi bukan lagi hotel atau apartemen, tetapi rumah makan. Sehingga waktu akan menata investasi, potensi usaha apa yang bisa dikembangkan, sudah bisa diketahui. Intinya, Pemkot bisa lebih memberikan kepastian investasi untuk investor," ujarnya. 
     
 Saat ini, lanjut dia, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Tata Ruang Kota Surabaya tengah menyiapkan website untuk memajang peta yang seperti google map itu. Kemungkinan akhir bulan Januari, warga sudah bisa melihat peta tersebut.
     
 "Tapi untuk RDTRK kami buat Perda dulu. Kami sampaikan ke DPRD untuk disahkan, baru bisa dilihat masyarakat. Kalau peta google map akhir bulan sudah bia dilihat," ujarnya.
     
Diketahui foto udara merupakan teknik pengambilan gambar dari udara yang digunakan untuk dasar pembuatan peta rencana tata ruang wilayah (RTRW) Surabaya. Peta udara ini merupakan aturan yang dipersyaratkan bahwa semua peta di seluruh Indonesia harus disahkan oleh Badan Informasi Geofisika. 
     
 Sementara Lidar merupakan teknik pengambilan data dengan menggunakan teknologi laser yang diambil dari udara untuk mengetahui ketinggian dari permukaan tanah dan bentuk benda yang ada di permukaan, misalnya bentuk bangunan dan kondisi koridor jalan. Untuk lidar, peta yang dimiliki Surabaya yang sudah ditandatangani BIG ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. (*)

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017