Bojonegoro (Antara Jatim) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan ketinggian Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, aman di bawah siaga banjir.
    
"Ketingian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, jauh di bawah siaga banjir sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Hendro di Bojonegoro, Selasa.
    
Ketinggian air di bawah siaga banjir, lanjut dia, tidak hanya ketinggian air Bengawan solo di Bojonegoro, tetapi juga di Tuban, Lamongan dan Gresik.
    
Bahkan, lanjut dia, ketinggian air di daerah hulu Jurug, Solo, Jawa Tengah, juga Ngawi, juga tidak terjadi banjir.
    
"Meskipun kondisi aman kami tetap melakukan pemantauan ketinggian air Bengawan Solo tiga jam sekali termasuk memantau perkembangan cuaca yang yang dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," tuturnya.
    
Ia menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro 7,20 meter, Selasa pukul 09.00 WIB.
    
Sedangkan di Karangnongko, Kecamatan  Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro 22,32 meter.
    
Di daerah hilir Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, ketinggian air Bengawan Solo masing-masing 4,45 meter, 1,80 meter, 0.62 meter dan 0,13 meter.
    
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirno menambahkan sejumlah anak sungai Bengawan Solo di daerahnya juga dalam keadaan kosong.
    
"Tapi kami tetap waspada, sebab curah hujan yang terjadi selama Desember masih tinggi," ucapnya menegaskan.
    
BPBD, lanjut dia, juga melakukan pemantauan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Juanda, Surabaya, sebagai dasar melakukan pemantauan adanya ancaman bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang.
    
"Kami secara rutin berkoordinasi dengan tim penanggulangan bencana di tingkat kecamatan dan desa untuk tetap mengantisipasi adanya cuaca ekstrem," tandasnya.
    
Yang jelas, menurut dia, BPBD sudah menyediakan berbagai kebutuhan untuk mengantisipasi terjadinya berbagai bencana mulai banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.  (*)

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016