Bojonegoro (Antara Jatim) - Sejumlah pedagang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan harga berbagai macam jenis beras stabil disebabkan di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo berlangsung panen tanaman padi sejak dua pekan terakhir.
"Harga berbagai macam jenis beras cenderung stabil karena masih ada panen sehingga pedagang tidak kesulitan memperoleh beras," kata seorang pedagang beras di Pasar Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Sakip, Selasa.
Mengenai stabilnya harga berbagai macam jenis beras dibenarkan pedagang beras lainnya juga di pasar setempat Kharis dan Pemilik UD Barokhah di Kecamatan Balen, Khafid Al Amin.
"Panen tanaman padi tidak hanya di sepanjang DAS Bengawan Solo di Bojonegoro, tapi juga di Tuban, bahkan juga di berbagai daerah lainnya di Jawa Timur," jelas Khafid.
Hanya saja, menurut Khafid, panen tanaman padi yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, tidak terlalu luas.
"Pengaruhnya penjualan beras saya menurun sekitar 25 persen dibandingkan biasanya ketika kondisi normal," ucap dia yang biasa mengirim beras ke luar daerah, antara lain, ke Surabaya dan Madura.
Kharis juga mengaku tingkat penjualan berasnya mengalami penurunan menjadi berkisar 4-5 ton per hari yang biasanya dalam kondisi normal bisa mencapai 8 ton per hari.
Sesuai data di Pasar Banjarjo dan Pasar Kota, Bojonegoro menyebutkan harga beras panenan baru berkisar Rp7.800-Rp8.000 per kilogram, rastra Rp7.000 per kilogram dan harga beras super berkisar Rp9.500-Rp10.500 per kilogram.
Harga beras di pasar itu, menurut Khafid, lebih tinggi dibandingkan harga di tempatnya karena di tempatnya dengan standar harga grosir.
Ia mengaku mematok harga beras poles panenan baru mulai Rp 8.300 per kilogram sampai Rp9.200 per kilogram.
"Harga beras poles produksi di tempat saya kalau di pedagang eceran ada kenaikan berkisar Rp200-Rp300 per kilogramnya," ucapnya menambahkan.
Kasi Usaha dan Sarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro Didik Hari S, menjelaskan pemkab tidak menggelar pasar murah dengan menjual beras juga bahan pokok lainnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2017.
"Biasanya pemkab menggelar operasi pasar dan pasar murah pada November-Desember. Tapi tahun ini tidak ada karena terbentur anggaran," jelas dia. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016
"Harga berbagai macam jenis beras cenderung stabil karena masih ada panen sehingga pedagang tidak kesulitan memperoleh beras," kata seorang pedagang beras di Pasar Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Sakip, Selasa.
Mengenai stabilnya harga berbagai macam jenis beras dibenarkan pedagang beras lainnya juga di pasar setempat Kharis dan Pemilik UD Barokhah di Kecamatan Balen, Khafid Al Amin.
"Panen tanaman padi tidak hanya di sepanjang DAS Bengawan Solo di Bojonegoro, tapi juga di Tuban, bahkan juga di berbagai daerah lainnya di Jawa Timur," jelas Khafid.
Hanya saja, menurut Khafid, panen tanaman padi yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, tidak terlalu luas.
"Pengaruhnya penjualan beras saya menurun sekitar 25 persen dibandingkan biasanya ketika kondisi normal," ucap dia yang biasa mengirim beras ke luar daerah, antara lain, ke Surabaya dan Madura.
Kharis juga mengaku tingkat penjualan berasnya mengalami penurunan menjadi berkisar 4-5 ton per hari yang biasanya dalam kondisi normal bisa mencapai 8 ton per hari.
Sesuai data di Pasar Banjarjo dan Pasar Kota, Bojonegoro menyebutkan harga beras panenan baru berkisar Rp7.800-Rp8.000 per kilogram, rastra Rp7.000 per kilogram dan harga beras super berkisar Rp9.500-Rp10.500 per kilogram.
Harga beras di pasar itu, menurut Khafid, lebih tinggi dibandingkan harga di tempatnya karena di tempatnya dengan standar harga grosir.
Ia mengaku mematok harga beras poles panenan baru mulai Rp 8.300 per kilogram sampai Rp9.200 per kilogram.
"Harga beras poles produksi di tempat saya kalau di pedagang eceran ada kenaikan berkisar Rp200-Rp300 per kilogramnya," ucapnya menambahkan.
Kasi Usaha dan Sarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro Didik Hari S, menjelaskan pemkab tidak menggelar pasar murah dengan menjual beras juga bahan pokok lainnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2017.
"Biasanya pemkab menggelar operasi pasar dan pasar murah pada November-Desember. Tapi tahun ini tidak ada karena terbentur anggaran," jelas dia. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016