Madiun (Antara Jatim) - PT Industri Kereta Api (Persero) yang berada di Kota Madiun, Jawa Timur menargetkan dapat menguasai pasar bidang perkeretapaapian di tingkat Asia Tenggara atau ASEAN.

"Target kami adalah menguasai pasar perkeretaapian di negara-negara anggota ASEAN. Sejauh ini yang sudah bekerja sama dengan INKA adalah Malaysia dan Singapura. Ke depan diharapkan bisa dengan Thailand, Myanmar, Laos, dan juga Kamboja," ujar Direktur Utama PT INKA (Persero) Agus Purnomo di Madiun, Rabu.

Dalam kesempatan menerima kunjungan delegasi ASEAN Railways CEO`s Conference (ARCEO) ke-38, ia menegaskan teknologi yang dimiliki oleh PT INKA sudah sangat mumpuni untuk bersaing dan memenuhi kebutuhan perkeretaapian di negara-negara ASEAN.

Hal tersebut sudah dibuktikan dengan banyaknya pasar ekspor yang telah dipenuhi oleh INKA. Di antaranya Malaysia, Singapura, Australia dan juga pasar dalam negeri.

"Pasar ekspor terbaru yang telah kai penuhi adalah pengiriman 150 kereta penumpang ke Negara Bangladesh. Dengan demikian, kami siap memenuhi kebutuhan kereta untuk ARCEO," kata Agus Purnomo.

Dalam kegiatan tersebut, Agus memanfaatkannya untuk mempromosikan INKA kepada para delegasi. Para delegasi diajak berkeliling mengunjungi tempat pembuatan kereta. Mulai dari desain teknologi hingga "work shop".

Seperti diketahui, ARCEO ke-38 diikuti tujuh perusahaan operator kereta api di Asia Tenggara yaitu dari Indonesia sebagai tuan rumah, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari di Yogyakarta.

Untuk Malaysia diwakili oleh Dato Haji Sarbini selaku President dari Kereta Api Tanah Melayu Berhad (KTMB), Thailand diwakili oleh Voravuth Mala selaku Deputy Governor of Locomotive and Rolling Stock Business Cluster dari State Railway of Thailand, Vietnam diwakili oleh  Ngo Cao Van selaku Deputy General Director dari Vietnam Railway.

Kemudian, Kamboja diwakili oleh Chan Samleng selaku Director of Railway Department dari Royal Railway of Cambodia, dari Laos diwakili oleh Sonesack N. Nhansana selaku Deputy General of Department of Railway dari Lao Railway Authority Laos, dan Myanmar diwakili Thurein Win selaku Managing Director dari Myanmar Railways.

Sedangkan perwakilan dari Indonesia, delegasinya diketuai oleh Didiek Hartantyo selaku Direktur Keungan dari PT KAI (Persero). 

Selain konferensi, peserta ARCEO ke-38 juga diajak mengunjungi pabrik kereta PT INKA di Madiun Jawa Timur dan mengunjungi Museum Kereta Api di Ambarawa Jawa Tengah. (*)

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016