Bojonegoro (Antara Jatim) - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan tingkat konsumsi ikan penduduk di daerahnya masih rendah karena rata-rata baru mencapai 17,9 kilogram per tahun.
     
"Tingkat konsumsi ikan rata-rata 17,9 kilogram per tahun itu masih rendah karena target konsumsi ikan secara nasional 30 kilogram per tahun," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Imam Suprayogi, di Bojonegoro, Kamis.
     
Lebih lanjut ia menjelaskan rendahnya tingkat konsumsi ikan penduduk di daerahnya itu, disebabkan daya beli masyarakat yang masih rendah, karena harga ikan terutama laut mahal lebih mahal dibandingkan air tawar.
     
Selain itu distribusi ikan juga tidak bisa menjangkau ke pelosok desa, dan pengetahuan masyarakat yang masih kurang untuk gemar makan ikan.
     
"Pengetahuan masyarakat masih kurang soal pentingnya makan ikan. Padahal ikan banyak mengandung omega yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan anak-anak," jelas dia.
     
Oleh karena itu, menurut dia, berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan  konsumsi ikan penduduk di daerahnya.
     
Ia memberikan contoh kegiatan acara gemar makan ikan yang digelar secara periodik dengan mengundang para pelajar merupakan usaha untuk mendorong masyarakat memiliki kegemaran makan ikan.
     
"Di dalam acara gemar makan ikan ada sosialisasi pentingnya mengkonsumsi ikan," ucapnya menegaskan.
     
Ia menambahkan pengembangan budi daya ikan air tawar yang sudah berjalan di sejumlah desa di Kecamatan Dander, dan Kecamatan Kalitidu, juga bisa mendorong naiknya tingkat konsumsi ikan di masyarakat.
     
Yang jelas, menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir terakhir tingkat konsumsi ikan penduduk di daerahnya cenderung meningkat yang semula hanya 14,6 kilogram per tahun pada 2012, naik menjadi 17,9 kilogram per tahun.
     
Data pada Dinas Peternakan dan Perikanan setempat menyebutkan produksi ikan air tawar hasil budi daya mencapai 3,3 ton per tahun pada 2015 meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 2,8 ton.
     
"Produksi ikan air tawar itu belum termasuk ikan air tawar hasil tangkapan di perairan bebas," ujarnya.
     
Meski demikian, katanya, produksi ikan air dari Lamongan, Gresik, dan Tuban, masuk ke daerahnya karena produksi ikan air tawar di daerahnya belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi lokal. (*)

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016