Tulungagung (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengimbau di pesisir selatan wilayah tersebut untuk tidak melaut sementara terjadi fenomena gelombang air pasang.
    
"Cuaca masih belum menentu. Menurut BMKG, potensi gelombang air pasang masih akan terjadi hingga sepekan ke depan. Jadi masih berbahaya," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Nursono di Tulungagung, Senin.
    
Tidak hanya aktivitas melaut yang dilarang, Nursono juga mengimbau warga pesisir untuk menjauhi bibir pantai karena fenomena gelombang air pasang bisa mencapai daratan.
    
"Antisipasi dan upaya mitigasi sedini mungkin perlu agar tidak sampai jatuh korban jiwa," ujarnya.
    
Bersama Kepala BPBD Tulungagung Soeroto, Nursono sempat meninjau langsung dampak banjir rob yang melanda pemukiman nelayan di Pantai Sine.
    
Kondisi para nelayan saat ini berjalan normal, namun hampir tak satupun dari mereka berani melaut.
    
Pantai Sine yang biasanya menyisakan area pantai berpasir, saat ini air naik hingga setara permukaan daratan.
    
Ombak besar setinggi kurang lebih 1-2 meter beberapa kali menghantam pagar pembatas pantai sehingga menimbulkan sebidang dindik air bergantian.
 
"Tanpa pemberitahuan dari dinas pun nelayan rata-rata sudah tahu kondisi alam sedang tidak bersahabat," kata Suprayitno alias Pak Gendut, nelayan asli Pantai Sine.
    
Di sepanjang jalur Pantai Sine, beberapa bagian konstruksi dinding pembatas, plengseng pantai, serta sejumlah kandang ternak dan warung kopi milik warga ambrol atau hanyut terbawa arus.

Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah," katanya.(*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016