Surabaya (Antara Jatim) - Trotoar Jalan Tunjungan Kota Surabaya diperlebar dari sebelumnya 3 meter menjadi 5 meter, sebagai bagian dari program revitalisasi Jl. Tunjungan yang merupakan ikon kota Pahlawan.
    
"Saat ini memang proses pelebaran. Semoga segera selesai, karena pengerjaan oleh Dinas lain," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati kepada wartawan di Surabaya, Minggu.
    
Menurut dia, melalui program "Mlaku-mlaku nang Tunjungan", diharapkan bisa meningkatkan daya kunjung wisatawan dan berimbas pada peningkatan pendapatan warga.
    
"Nantinya di urban culture kan Jl. Tunjungan juga dipakai untuk kegiatan kuliner dan budaya. Begitu juga nanti waktu kegiatan Pre Comm Habitat yang digelar PBB, selama tiga hari, jalan kami tutup," kata Wiwiek.
    
Dalam event PreCom UN Habitat III yang digelar di bulan Juli 2016 itu, selama tiga hari pelaksanaan, Jl. Tunjungan akan ditutup untuk diisi jualan produk kuliner.
    
"Para peserta PreComm Habitat dan warga masyarakat bisa mendapatkan suasana mlaku-mlaku nang Tunjungan," ujarnya.
    
Selain memperlebar trotoar, lanjut dia, Disparta juga sedang melakukan restorasi gedung, toko, dan bangunan di sepanjang Jl. Tunjungan, di antaranya dengan membongkar fasad penutup, melakukan pengecatan, dan berkomunikasi agar pemilik membuka kembali tokonya.
    
"Ada 60 persil yang kami bersihkan. Semuanya untuk usaha, tidak ada rumah tempat tinggal," kata Wiwiek.
    
Namun tidak semua toko bisa buka, karena banyak pemiliknya yang telah pindah usaha di kota lainnya, sehingga pihaknya masih berkomunikasi terus untuk membantu kemungkinan tempat usahanya disewakan atau bagaimana enaknya.
    
"Targetnya Juli nanti, selain kuliner di badan jalan, dan trotoar, juga usaha-usaha yang ada di sepanjang jalan bisa mendapatkan berkah kegiatan Pre Comm dengan membuka usahanya," katanya. (*)

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016