Yogyakarta? Siapa yang tidak ingin ke kota itu. Sebuah kota yang mendapat segudang julukan dan pujian sebagai kota wisata yang tak ada duanya di Pulau Jawa, bahkan Indonesia.

Tidak sedikit lagu-lagu populer berkisah tentang Yogyakarta, salah satunya berjudul "Yogyakarta" oleh Katon Bagaskara dengan KLA Project-nya yang hampir semua kalangan bisa menyanyikannya.

Hampir semua lokasi wisata di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya wajib dikunjungi saat berada di sana, sebut saja Candi Borobudur, Candi Prambanan, Parang Tritis, Kraton hingga Malioboro.

Ternyata, bukan hanya nama-nama tersebut di atas yang ada di "kota bakpia" tersebut. Bahkan, lokasi wisata ekstrem dan menguji nyali kini menjadi primadona wisatawan.

Namanya, Lava Tour Merapi yang berada di lereng Gunung Merapi, tepatnya di kawasan Kaliurang.

Di sana, wisatawan yang bernyali besar diajak reli menumpang jeep terbuka keluaran tahun 1920-an. Melewati bukit, bebatuan, kubangan, hingga keluar masuk rawa-rawa menjadi tantangan dan memicu adrenalin tersendiri.

"Awalnya saya kira hanya jalan-jalan menikmati Gunung Merapi dari jalanan beraspal menggunakan jeep, tapi ternyata naik gunung. Sangat-sangat seru dan menantang," ujar salah seorang wisatawan, Tito.

Wisatawan asal Surabaya tersebut datang tidak sendirian. Ia bersama beberapa rekannya menyewa jeep dan menikmati lereng Merapi sekaligus melihat-lihat lokasi sisa-sisa erupsi Gunung Merapi 2010.

Dengan membayar Rp350 ribu per jeep maka wisatawan diajak berkeliling di empat lokasi, pertama di Museum Mini Sisa Hartaku, Batu Alien, Bunker, dan Kali Kuning.

"Sekali-sekali lupakan lokasi umum yang sering dikunjungi saat berwisata di Yogyakarta. Cobalah berpetualang di lereng Merapi yang tak akan terlupakan. Saya jamin itu," ucap pemuda lajang asal Surabaya tersebut.

Hal senada disampaikan Zulfi, yang mengaku baru pengalaman pertama kalinya berpetualang di lereng Merapi meski sudah beberapa kali ke Yogyakarta.

"Ternyata ada lokasi yang sangat indah dan bagus untuk lokasi berfoto. Seperti bukan di Yogyakarta," katanya.

Pengemudi jeep sekaligus pemandu wisata, Dwi, bercerita Lava Tour Merapi ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun lebih banyak diminati pascaerupsi Merapi lalu.

Titik-titik wisata yang dikunjungi kini bersejarah dan memiliki nilai tersendiri karena menjadi kenang-kenangan warga setempat maupun masyarakat Indonesia.

"Di Museum Mina Sisa Hartaku contohnya. Di sana tersimpan peninggalan harta milik warga yang menjadi sisa erupsi. Ada rumah yang rusak akibat erupsi, sepeda motor, hingga peralatan rumah tangga," tuturnya.

Kemudian di Batu Alien yang merupakan batu besar terhempas akibat erupsi dan berdiri kokoh di atas bukit. Jika dilihat seksama dari samping, bentuk batunya menyerupai wajah manusia dewasa.

Selanjutnya di bunker, yang menjadi lokasi persembunyian aman dari awan panas bagi warga dan relawan. Tapi, lahar panas yang melintas malah membuat sejumlah relawan terkubur di sana.

Paling akhir, tentu paling berkesan. Wisatawan diajak melintasi aliran sungai dengan kecepatan tinggi sehingga air pun membasahi seluruh penumpang.

"Jangan takut dan berpegangan kuat. Ini yang paling seru dan mengesankan. Ya, itung-itung mandi sekalian," kata Dwi menghibur wisatawan yang diantarnya.

Mau berpetualang di lereng Merapi? Datang dan nikmati sensasinya...!!!

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016