Malang (Antara Jatim) - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Karangploso, Kabupaten Malang, mengimbau wisatawan yang berlibur untuk berhati-hati, bahkan kalau bisa menghindari lokasi wisata pantai di wilayah Malang selatan karena gelombang laut berpotensi tinggi antara 1-3 meter.

"Biasanya kalau sudah menikmati liburan dan berwisata ke pantai, wiasatawan cenderung mengabaikan keselamatan. Di pantai selatan Malang ombaknya cukup besar dan tinggi dan sebaiknya mengikuti imbauan dan larangan pengelola wisatawa setempat, seperti jangan mandi di laut,” kata Prakirawan BMKG Karangploso, Ahmad Lutfi, di Malang, Kamis.

Sebenarnya, katanya, tinggi gelombang laut tersebut sejatinya tidak terlalu berpengaruh terhadap wisatawan sepanjang mereka tidak bermain terlampau jauh atau ke perairan dalam. Justru, ombak tinggi tersebut akan berpengaruh pada nelayan yang hendak melaut.

Ia mengatakan dalam sepekan terakhir ini gelombang laut cukup tinggi, sehingga sebagian  nelayan tidak melaut. "Namun, kondisi cuaca secara keseluruhan pada  malam tahun baru nanti akan cerah. Sejauh ini tidak ada potensi kumpulan awan gelap (cumulonimbus) yang membuat hujan deras disertai petir," ujarnya.

Sampai sejauh ini, lanjutnya, belum terdeteksi adanya awan cumulonimbus. Kalaupun hujan kemungkinan besar di siang dan sore hari saja dan cerah di malam hari.

Sementara itu Polres Kota Malang bakal menurunkan sebanyak 1.100 personel gabungan untuk mengamankan perayaan pergantian Tahun Baru 2016.
 
"Pasukan  tersebut akan disebar di seluruh titik perayaan tahun baru di Kota Malang. Selain tempat-tempat perayaan tersebut, tempat ibadah seperti masjid dan gereja juga akan menjadi fokus pengamanan karena akan ada yang mengadakan acara keagamaan," ucap Kapolresta Malang AKBP Singgamata.

Polres Kota Malang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) yang sedianya menyelenggarakan car free night pada malam pergantian tahun dibatalkan dan dialihkan ke kampung-kampung dengan alasan untuk memecah konsentrasi massa dan konvoi di jalan raya.(*)

Pewarta: Endang Sukarelawati

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015