Ngawi, (Antara Jatim) - Seorang diketahui tewas akibat kecelakaan Bus Eka dengan truk pengangkut semen yang terjadi di Jalan Raya Ngawi-Solo, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi AKP I Made Parwita, di Ngawi, mengatakan korban tewas atas nama Ragil Hartanto (50) warga Bonang, Klaten, Jawa Tengah, yang merupakan sopir Bus Eka bernomor polisi S-7539-US.

"Korban meninggal adalah sopir Bus Eka. Ia meninggal di lokasi kejadian pagi tadi," ujar AKP I Made Parwita kepada wartawan.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan para saksi, kecelakaan terjadi saat Bus Eka jurusan Yogyakarta-Surabaya bernomor polisi S-7539-US, melaju dengan kecepatan tinggi di marka lawan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul truk pengangkut semen bernomor polisi N-9003-US.

"Kedua kendaraan lalu bertabrakan secara langsung. Dan jika dilihat dari titik tumbur dan keterangan saksi, yang salah adalah pengemudi Bus Eka. Karena titik tumbuk berada di jalur truk," terang Parwita.

Akibat tabrakan keras tersebut, sopir bus tewas di lokasi kejadian. Korban mengalami luka parah hampir disekujur tubuhnya.

Bahkan, petugas juga sempat kesulitan mengevakuasi tubuh korban yang tergencet badan bangkai bus yang telah ringsek akibat benturan keras.

Selain menewaskan satu orang, kecelakaan tersebut juga membuat arus lalu lintas di jalaur Ngawi-Solo mengalami kemacetan. Guna mengurai kemacetan, petugas Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi mengalihkan sejumlah kendaraan yang ingin ke Jawa Tengah dan sebaliknya untuk melintasi jalur alternatif, yakni melewati daerah Walikukun dan Jogorogo.

Hingga Senin siang, jalur lalu lintas Ngawi-Solo masih belum maksimal. Hal itu karena evakuasi bangkai Bus Eka dan truk memerlukan waktu yang cukup lama.

Sementara, sopir truk hanya mengalami luka, demikian juga dengan para penumpang bus lainnya. Kasus kecelakaan bus tersebut hingga kini masih ditangan oleh petugas Polres Ngawi.(*)

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015