gawi  (Antara Jatim) - Serapan atau pengadaan beras milik petani di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divre IV Madiun, khusus di wilayah Ngawi, Jatim, hingga akhir September telah mencapai 67 persen dari target penyerapan yang ditetapkan tahun 2015.

"Serapan beras dan gabah petani ke Bulog untuk wilayah Ngawi hingga tanggal 28 September telah mencapai 67 persen dari total target yang ditetapkan sebesar 17.500 ton," ujar Kepala Bulog Sub-Divre IV Madiun, Rahmat Syahjoni Putra, kepada wartawan di Ngawi, Rabu.

Pihaknya optimistis target serapan tahun ini, baik untuk wilayah Ngawi maupun Madiun yang menjadi wilayah kerjanya, akan dapat tercapai hingga 100 persen. 

Menurut dia, kekurangan serapan sebanyak 33 persen akan dapat terpenuhi seiring masa panen padi di wilayah Ngawi yang diprediksi akan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November mendatang.

"Kekurangan yang 33 persen, masih menunggu masa panen padi terakhir tahun ini pada bulan November yang akan datang," kata dia.

Ia menjelaskan, untuk menjaga kualitas beras yang diserap, pihaknya memiliki standar yang harus dipenuhi oleh para petani mitra. Di antaranya, maksimal kadar air pada beras atau gabah adalah sebesar 14 persen.

Sedangkan harga pembelian beras petani oleh Bulog telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp7.300 per kilogram, gabah kering giling (GKG) sebesar Rp3.700 per kilogram, dan gabah kering panen (GKP) sebesar Rp4.650 per kilogram.

Penetapan harga pembelian tersebut menyesuaikan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2015 yang mengatur tentang harga pembelian pemerintah (HPP) untuk komoditas beras.

Guna memperlancar proses penyerapan beras, Bulog Sub-Divre IV Madiun terus menjalin komunikasi dengan para petani mitra di wilayahnya yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi. (*) 

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015