Pamekasan (Antara Jatim) - Para nelayan di pesisir pantai utara Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, tidak melaut dalam sepekan terakhir ini, karena angin kencang dan ombak besar.

Antara di Pamekasan, Selasa, melaporkan para nelayan di wilayah ini memilih beristirahat sambil memperbaiki perahu dan jaring mereka. Selain angin kencang dan ombak besar, hasil tangkapan mereka juga sangat minim dan tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

"Untuk sekali berangkat, biaya yang kamu butuhkan minimal Rp2 juta, sedangkan hasil tangkapan paling banyak hanya antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu," tutur salah seorang pemilik perahu di Desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean, Moh Ali.
 
Akibatnya, nelayan setempat terpaksa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menggunakan tabungan. Sebagian yang tidak memiliki tabungan terpaksa menggadaikan barang-barang berharga milik mereka, seperti emas dan barang pecah belah lainnya.

Para nelayan yang tinggal di pesisir pantai utara ini, umumnya tidak memiliki lahan pertanian, dan selama ini pekerjaannya hanya melaut sehingga jika musim angin kencang dan ombak besar seperti sekarang ini, mereka banyak yang menganggur dan hanya bertahan hidup dengan uang tabungan, sambil menunggu ombak dan angin kencang reda.

"Mau bagaimana lagi, wong orang tua kami tidak memiliki lahan pertanian. Ya, melaut yang bisa kami kerjakan," kata nelayan lain di Dusun Duwek Buter, Desa Batukerbuy, Hosnan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Pamekasan Nurul Widiastutik mengatakan, saat ini pemkab memang sedang berupaya mengarahkan para nelayan pada bidang pekerjaan lain, sehingga tidak hanya bergantung pada penghasilan menangkap ikan di laut lepas.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong mereka untuk bekerja sebagai pembudidaya ikan air pawai atau ikan air tawar.

"Karena kalau bergantung pada menangkap ikan di laut, itu kan sama halnya dengan bergantung pada cuaca," katanya.

Nurul menjelaskan, produksi ikan air air pawai dan ikan air tawar di Pamekasan masih sangat dibutuhkan, bahkan kebutuhan konsumsi jenis ikan ini masih mendatangkan dari luar Pamekasan, seperti Probolinggo, Jember dan Sidoarjo.

"Makanya kami meminta pada penyuluh lapangan untuk mensosialisasikan peluang ini pada nelayan, sehingga usaha budidaya ikan dan hasil produksi ikan tidak hanya bergantung pada laut lepas," katanya. (*)

Pewarta: Abd. Azis

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015