Jember (Antara Jatim) - Pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang beragama Islam wajib berbusana muslim selama Ramadhan 1436 Hijriyah.

"Peraturan berbusana muslim selama Ramadhan diatur dalam surat edaran Bupati Jember Nomor 314 tahun 2015," kata Kabag Humas Pemkab Jember Zainal Abidin, Jumat, di Jember.

Dalam surat edaran itu menyebutkan pemakaian busana muslim sebagai seragam dinas selama Ramadhan dan surat edaran itu ditandatangani oleh Bupati Jember MZA Djalal.

"Hal itu mengacu pada SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 04 Tahun 2015 tentang Penetapan Jam Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri di bulan Ramadan," tuturnya.

Sementara pegawai non-muslim tetap menggunakan pakaian seragam atau bebas rapi sesuai dengan ketentuan yang ada.

Menurutnya, jam kerja PNS juga disesuaikan atau dikurangi yakni dimulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB untuk hari Senin - Kamis, dan untuk hari Jumat mulai pukul 08.00 - 15.30 WIB.

"Berbusana muslim menjadi seragam resmi di Pemkab Jember pada hari efektif kerja mulai Senin-Jumat. Bagi karyawan laki-laki memakai baju taqwa warna putih, celana gelap, dan peci warna hitam, sedangkan untuk karyawan perempuan memakai baju muslim," paparnya.

Dengan menggunakan pakaian muslim, lanjutnya, dapat menambah kekhusyukan umat muslim dalam beribadah, sehingga suasana ibadah puasa bisa semakin terasa pada saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Semoga dengan menggunakan pakaian muslim mampu meningkatkan kinerja PNS dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Sementara salah seorang PNS Jember yang enggan disebutkan namanya mengaku senang dengan pemakaian baju muslim selama bulan suci Ramadhan, namun karyawan laki-laki harus menggunakan baju koko/taqwa berwarna putih.

"Kalau busana muslim saya punya banyak, namun kalau warna putih jumlahnya terbatas. Seharusnya baju muslim atau baju taqwa dibebaskan warnanya, sehingga tidak harus putih," ucapnya.(*)
    

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Akhmad Munir


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015