Sumenep (Antara Jatim) - Pengelola dua sekolah penerbang, yakni Merpati Pilot School (MPS) dan Trans Asia Pacific Aviation Training (TAPAT) Pilot School, memanfaatkan Bandara Trunojoyo Sumenep, Jawa Timur, sebagai lokasi latih terbang pesawat bagi siswanya. "Pengelola TAPAT sudah menempatkan pesawat latihnya di Bandara Trunojoyo. Sementara untuk MPS, dalam waktu dekat akan kembali memulai aktivitasnya," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Moh Fadillah di Sumenep, Selasa. Ia menjelaskan, TAPAT Pilot School adalah sekolah penerbang kedua yang memanfaatkan Bandara Trunojoyo sebagai lokasi latih terbang pesawat bagi siswanya. "Sudah ada penandatangan nota kesepahaman antara pemerintah daerah dengan pengelola TAPAT Pilot School. Artinya, pengelola TAPAT Pilot School sudah bisa memanfaatkan Bandara Trunojoyo," ujarnya. Sementara MPS, kata dia, sudah memanfaatkan Bandara Trunojoyo sejak akhir 2010. "Namun, MPS belum beraktivitas lagi sejak terjadinya kecelakaan salah satu pesawat latihnya pada September 2014," ujarnya. Fadillah juga mengemukakan, saat ini, pengelola MPS melakukan sejumlah persiapan untuk memulai aktivitasnya di Bandara Trunojoyo. "Kami memakluminya, jika pengelola MPS masih memilih tidak beraktivitas. Namun, beberapa waktu lalu, mereka berkoordinasi dengan kami yang intinya memberitahukan akan kembali beraktivitas di Bandara Trunojoyo dalam waktu dekat," katanya, menambahkan. Pada 19 September 2014, sebuah pesawat latih milik MPS jatuh di areal persawahan di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota. Pesawat latih yang jatuh itu dalam posisi terbang solo (sendiri) dan diterbangkan oleh siswa MPS, yakni Haris Yondi, warga Kecamatan Waru, Sidoarjo, yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.( )

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015