Malang (Antara Jatim) - Java Langur Center (JLC) Batu, Jawa Timur, selama kurun waktu 36 tahun terakhir ini Lutung Jawa atau Trachypithecus Auratus telah kehilangan tiga generasi dan populasi di habitat aslinya juga menurun sekitar 30 persen. Project Manager JLC, Iwan Kurniawan, Selasa mengatakan menurunnya populasi Lutung Jawa disebabkan perburuan liar serta menurunnya kualitas habitat. Selain itu, populasi lutung terancam punah karena tingginya perdagangan secara ilegal di sejumlah wilayah, termasuk Jatim. "Pada tahun 1999, spesies Lutung Jawa ini masuk kategori konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar (CITES) karena populasinya mendekati terancam punah, sehingga Lutung Jawa pun dilindungi keberadaannya," tegas Iwan. Salah satu upaya untuk mencegah kepunahan jenis lutung ini, JLC melepasliarkan satu kelompok Lutung Jawa yang terdiri dari seekor jantan dan tiga ekor betina, namun sebelum dilepasliarkan di kawasan Gunung Biru Kota Batu itu, lutung-lutung tersebut dikarantina. Lutung Jawa yang dilepasliarkan antara lain Bobby (jantan) dan Rose (betina) hasil tangkapan BKSDA, sedangkan Linseed (betina) dan Diamond (betina) berasal dari Inggris. "Lutung Jawa ini merupakan satwa arboreal yang banyak beraktivitas di atas pohon, hidup berkelompok dengan jumlah individu antara enam sampai 23 ekor," katanya. Bahkan, lanjutnya, JLC telah lima kali melepasliarkan Lutung Jawa dengan total 73 individu di sejumlah lokasi, mulai di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Taman Hutan rakyat (Tahrua) R Soerjo di Batu. Hasil pemantauan setelah puluhan lutung itu dilepasliarkan, ternyata bisa bertahan dan berkembang biak dengan baik. Sebelumnya Juru Kampanye PROFAUNA Indonesia Swasti Prawidya Mukti mengatakan keberadaan Lutung Jawa di hutan-hutan Pulau Jawa, diperkirakan makin mendekati kepunahan. Perburuan manusia, perdagangan secara online dan menyempitnya habitat lutung, menjadi penyebab makin sedikitnya populasi hewan tersebut. (*)

Pewarta:

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014