Bandung (Antara) - Tim Pelita Bandung Raya dipastikan kehilangan bek Hermawan pada pertandingan melawan Persebaya Surabaya di babak delapan besar ISL 2014 yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (10/10). "Hermawan tidak bisa main, ia kena kartu merah saat bertanding melawan Persib Bandung. Saya sudah siapkan gantinya, ada Nicolic Boban dan Nova di jantung pertahanan," kata Pelatih Pelita Bandung Raya Dejan Antonic di Bandung, Kamis. Menurut dia, Hermawan merupakan pemain bertahan andalannya, namun ia menyatakan tidak tergantung kepada satu pemain karena pemain lainnya yang ada sudah siap menggantikannya. Dejan menyebutkan seluruh pemainnya profesional siap diturunkan dengan kondisi apapun, termasuk dalam menghadapi Persebaya Surabaya yang diatas kertas memiliki trek rekor permainan menanjak selama kompetisi. "Pelita sebagai tuan rumah, dan itu harus menjadi permainan kami dengan kemenangan di akhir pertandingan. Kami tidak ingin terpuruk dan saya yakinkan pemain bisa melewati masa sulit dan bangkit pada pertandingan yang harus dimenangkan esok hari," katanya. Pelatih asal Serbia itu menyatakan para pemainnya sudah melupakan kekalahan 0-1 dari Persib Bandung, dan komitmen untuk memenangkan laga kandang pertama di ajang delapan bear. "Bila lawan Persib kita gagal meraih angka, kali ini harus jadi point penuh karena kita jadi tuan rumah. Kami sudah siapkan skema," katanya. Ia menyebutkan sudah memantau permainan Persebaya pada laga terakhirnya dan menjadi referensi untuk menghadapinya di pertemuan esok. Sementara itu Pelatih Persebaya Rachmad Darmawan menyatakan PBR dan Persebaya sama-sama tim yang menargetkan kebangkitan pada laga esok hari. Ia juga menyebutkan kondisi PBR sama dengan timnya yang membangun kekuatan baru. "Kita sama-sama tim baru, membangun kekuatan. Namun PBR jelas telah membuktikan kapasitasnya dengan lolos ke depalan bear adalah tim yang harus diperhitungkan. Mereka penuh pemain muda yang menanjak penampilannya," kata Rachmat Darmawan. Mantan pelatih Timnas U-21 itu menyebutkan Bambang Pamungkas masih menjadi pemain berbahaya di kubu Pelita yang dipastikan akan mendapat pengawalan ketat. Selain itu ada David Lally dan TA Musyafri yang memiliki kecepatan di sektor sayap. "David Lally dan Musyafri cukup berbahaya di sayap atau di jantung pertahanan. Kami akan mengawasi pergerakan pemain kunci PBR," katanya. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014